ADVERTISEMENT

NATO Akan Terus Kirim Senjata ke Ukraina Selama Diperlukan!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 16:34 WIB
German Chancellor Olaf Scholz leaves the podium after his speech at the German parliament Bundestag at the Reichstag building in Berlin, Germany, Wednesday, June 22, 2022. (AP Photo/Markus Schreiber)
Kanselir Jerman Olaf Scholz (AP Photo/Markus Schreiber)
Madrid -

Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan negara-negara anggota aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan terus mendukung kemampuan Ukraina dalam mempertahankan diri melawan invasi militer Rusia. Scholz menyatakan pasokan senjata akan terus dikirim ke Ukraina selama diperlukan.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Rabu (29/6/2022), penegasan itu disampaikan Scholz kepada wartawan saat dirinya tiba di Madrid, Spanyol, untuk menghadiri pertemuan puncak atau KTT NATO yang memasuki hari kedua pada Rabu (29/6) waktu setempat.

Scholz dalam pernyataannya menyebut NATO dan 'banyak negara lainnya' sepakat bahwa Rusia telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina ketika menginvasi negara tetangganya itu pada 24 Februari lalu.

"Itulah kenapa bagus jika negara-negara berkumpul di sini, dan banyak lainnya, juga, memberikan kontribusi mereka agar Ukraina bisa mempertahankan diri -- dengan memberikan sarana keuangan, bantuan kemanusiaan, tapi juga memberikan persenjataan yang sangat dibutuhkan oleh Ukraina," ucap Scholz.

"Pesannya adalah: Kita akan terus melakukannya -- dan untuk melakukan ini secara intensif -- selama diperlukan untuk memampukan Ukraina mempertahankan diri," tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg mengungkapkan bahwa NATO akan meningkatkan jumlah pasukannya dalam kondisi siaga tinggi, yang nantinya bisa mencapai lebih dari 300.000 tentara.

Angka itu meningkat tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan 40.000 tentara yang saat ini tergabung dalam pasukan cepat tanggap NATO yang sudah ada, NATO Response Force (NRF).

Penambahan pasukan NATO itu diungkapkan saat negara-negara anggota bersiap mengadopsi strategi baru yang menggambarkan Rusia sebagai 'ancaman langsung' dengan invasi ke Ukraina memasuki bulan keempat. Dalam pertemuan puncak NATO di Lisbon tahun 2010, Moskow disebut sebagai 'mitra strategis'.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT