Erdogan Akan Bertemu Biden Bahas Finlandia-Swedia Masuk NATO

ADVERTISEMENT

Erdogan Akan Bertemu Biden Bahas Finlandia-Swedia Masuk NATO

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 16:53 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP/Francisco Seco)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela KTT NATO di Madrid, Spanyol yang digelar untuk membahas invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami berbicara dengan Mr. Biden pagi ini dan dia menyatakan keinginannya untuk berkumpul malam ini atau besok. Kami mengatakan itu mungkin," kata Erdogan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/6/2022).

Kedua pemimpin memiliki hubungan yang dingin sejak kepemimpinan Biden karena kekhawatiran AS tentang hak asasi manusia di bawah pemerintahan Erdogan.

Para pengamat yakin pertemuan kedua pemimpin bisa memainkan peran penting dalam mencabut penolakan Erdogan terhadap upaya Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota NATO.

Erdogan berbicara kepada wartawan sebelum terbang ke Madrid untuk pembicaraan yang akan dimulai dengan pertemuannya dengan para pemimpin Finlandia dan Swedia serta Sekretaris Jenderal NATO.

Erdogan mengatakan dia ingin melihat hasil pembicaraan persiapan yang diadakan pada hari Senin (27/6) waktu setempat di Brussels, Belgia sebelum memutuskan apakah Swedia dan Finlandia telah melakukan cukup banyak untuk membuat dirinya mencabut keberatannya atas keanggotaan NATO mereka.

Diketahui bahwa Turki adalah anggota NATO dan dapat memveto aplikasi kedua negara Nordik tersebut di KTT NATO.

"Kami adalah anggota NATO yang berusia 70 tahun. Turki bukanlah negara yang secara acak bergabung dengan NATO," kata Erdogan.

"Kami akan melihat poin apa yang mereka (Finlandia dan Swedia) capai," tambahnya. "Kami tidak ingin kata-kata kosong. Kami menginginkan hasil," imbuhnya.

Ankara telah menuduh Finlandia dan lebih khusus lagi, Swedia menyediakan tempat yang aman bagi gerilyawan Kurdi yang dilarang. Pemberontakan Kurdi selama beberapa dekade terhadap negara Turki telah mengakibatkan hilangnya puluhan ribu nyawa.

Pemimpin Turki itu juga meminta Swedia dan Finlandia untuk mencabut embargo senjata yang dikenakan pada Turki pada 2019 atas serangan militer Ankara di Suriah.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT