ADVERTISEMENT

Finlandia-Swedia Akan Bahas dengan Erdogan soal Masuk NATO

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 16:05 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Presiden Turki Recep tayyip Erdogan (Foto: AP/Francisco Seco)
Jakarta -

Para pemimpin Finlandia dan Swedia akan membahas upaya keanggotaan NATO mereka dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada hari Selasa (28/6) besok. Pembicaraan tersebut akan berlangsung di Madrid, Spanyol.

"Presiden (Sauli) Niinisto akan bertemu besok di Madrid dengan Presiden Turki Erdogan, Perdana Menteri Swedia (Magdalena) Andersson dan Sekretaris Jenderal NATO (Jens) Stoltenberg," demikian disampaikan kepresidenan Finlandia dalam cuitan di Twitter seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (27/6/2022).

Kepresidenan Finlandia mengatakan pertemuan itu "akan didahului hari ini dengan putaran pembicaraan antara para pejabat Finlandia, Swedia dan Turki yang diselenggarakan oleh NATO di Brussels."

Invasi Rusia ke Ukraina awal tahun ini, telah membuat kedua negara Nordik, Finlandia dan Swedia meninggalkan non-blok militer selama beberapa dekade, dengan mengajukan keanggotaan NATO pada bulan Mei lalu.

Namun, upaya keanggotaan Finlandia dan Swedia yang awalnya diyakini sebagai proses yang cepat, telah tertunda akibat penolakan Turki.

Pemerintah Turki menuduh Finlandia dan Swedia, khususnya, menyediakan tempat yang aman bagi para gerilyawan Kurdi terlarang, yang pemberontakannya selama beberapa dekade melawan pemerintah Turki telah merenggut puluhan ribu nyawa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga meminta Swedia dan Finlandia untuk mencabut embargo senjata yang diberlakukan terhadap Turki pada 2019 atas serangan militer Ankara di Suriah.

Sebelumnya, Erdogan memberi isyarat pada hari Sabtu (25/6) lalu bahwa tidak ada kemajuan yang dibuat dalam upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO. Dia pun mendesak pemerintah Swedia untuk mengambil "tindakan nyata" guna mengatasi kekhawatiran Ankara.

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT