ADVERTISEMENT

Rudalnya Tewaskan 16 Orang di Mal Ukraina, Ini Kata Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 16:22 WIB
Ukrainian State Emergency Service firefighters work to take away debris at a shopping center burned after a rocket attack in Kremenchuk, Ukraine, Tuesday, June 28, 2022. (AP Photo/Efrem Lukatsky)
Dampak kerusakan parah akibat serangan rudal Rusia terhadap sebuah mal di Kremenchuk, Ukraina (AP Photo/Efrem Lukatsky)
Moskow -

Pemerintah Rusia menanggapi serangan rudal yang menghantam pusat perbelanjaan atau mal di Ukraina yang ramai hingga merenggut sedikitnya belasan nyawa. Rusia berdalih pasukannya menembakkan rudal ke depot senjata di Kremenchuk dan ledakannya memicu kebakaran di mal yang ada di dekat lokasi.

Dinas urusan darurat Ukraina sebelumnya melaporkan sedikitnya 16 orang tewas dan 59 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah mal di Kremenchuk pada Senin (27/6) waktu setempat itu.

"Di Kremenchuk, pasukan Rusia menyerang sebuah depot senjata yang menyimpan persenjataan yang diterima dari Amerika Serikat dan Eropa dengan senjata presisi tinggi yang berbasis udara," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia via Telegram dan dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022).

"Sebagai dampak dari serangan presisi itu, senjata dan amunisi buatan Barat yang terkonsentrasi di gudang itu ... terkena serangan," imbuh pernyataan itu.

"Ledakan amunisi yang disimpan untuk senjata-senjata Barat menyebabkan sebuah kebakaran di pusat perbelanjaan yang tidak berfungsi yang terletak di sebelah depot," klaim Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Rusia menyebut mal yang dilanda kebakaran itu 'tidak berfungsi', padahal Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut hingga 1.000 orang ada di dalam mal saat serangan rudal terjadi. Zelensky mengutuk serangan rudal Rusia sebagai 'aksi teroris paling berani'.

Upaya penyelamatan terus berlanjut hingga Selasa (28/6) waktu setempat, untuk mengevakuasi korban selamat maupun jenazah korban tewas.

Rusia diketahui berulang kali menyangkal telah menargetkan area-area sipil dalam invasinya yang memasuki bulan keempat. Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut sedikitnya 4.700 warga sipil tewas sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Lihat juga video 'Rudal Rusia Hantam Mal, Zelensky: Aksi Teroris Paling Berani':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT