ADVERTISEMENT

Kata Korban Selamat dari Serangan Rusia di Mal Ukraina: Bak Neraka!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 12:36 WIB
Pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina, dihantam rudal Rusia. Tak hanya menghancurkan bangunan mal, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas akibat serangan itu.
Sebuah mal di Kremenchuk, Ukraina, terbakar usai dihantam serangan rudal Rusia (dok. Reuters)
Kiev -

Puluhan orang mengalami luka-luka akibat serangan rudal Rusia yang mengenai sebuah pusat perbelanjaan atau mal yang ramai orang di Kremenchuk, Ukraina. Salah satu korban selamat yang kini dirawat di rumah sakit menyebut situasinya bak 'neraka'.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022), dinas urusan darurat Ukraina melaporkan bahwa sedikitnya 16 orang tewas dan 59 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan rudal Rusia yang terjadi pada Senin (27/6) waktu setempat itu.

"Ini merupakan keenam kalinya kota ini dibom (sejak invasi Rusia pada 24 Februari)," sebut wakil direktur departemen bedah pada rumah sakit umum Kremenchuk, Oleksandr Kovalenko.

"Tapi tidak pernah sebelumnya serangan mengenai begitu banyak orang," imbuhnya.

Kovalenko menambahkan bahwa rumah sakitnya kini merawat 25 korban luka akibat serangan Rusia, dengan enam pasien di antaranya dalam kondisi kritis.

Di bangsal perawatan intensif salah satu rumah sakit Ukraina, lima pasien dirawat dalam satu ruangan dengan luka-luka mereka dibalut perban. Salah satunya Ludmyla Mykhailets (43) yang menuturkan dirinya sedang berbelanja di toko elektronik dengan suaminya, Mykola, saat ledakan kuat melemparkan dirinya ke udara.

"Saya terlempar dengan bagian kepala terlebih dulu dan serpihan menghantam tubuh saya. Seluruh tempat itu ambruk. Kemudian saya mendarat di lantai dan saya tidak tahu apakah saya sadarkan diri atau tidak sadarkan diri," tutur Mykhailets yang mengalami patah lengan dan cedera pada kepalanya.

"Itu neraka," timpal Mykola (45) yang kepalanya masih berdarah meski telah dibalut perban.

Simak Video 'Rudal Rusia Hantam Mal, Zelensky: Aksi Teroris Paling Berani':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT