ADVERTISEMENT

Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kutuk Serangan Rusia ke Mal Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 10:35 WIB
Pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina, dihantam rudal Rusia. Tak hanya menghancurkan bangunan mal, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas akibat serangan itu.
Dampak kehancuran di pusat perbelanjaan Ukraina yang digempur rudal Rusia (dok. Reuters)
Berlin -

Kecaman mengalir dari para pemimpin dunia terhadap serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah mal yang ramai orang di Kremenchuk, Ukraina. Salah satunya Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson yang menyebut serangan itu menunjukkan kekejaman dan kebiadaban Presiden Rusia Vladimir Putin.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Selasa (28/7/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa hingga 1.000 orang ada di dalam mal saat serangan rudal Rusia itu terjadi pada Senin (27/6) waktu setempat. Sedikitnya 16 orang tewas dan menurut Dinas Darurat Negara, sekitar 58 orang mengalami luka-luka.

Pernyataan dari para pemimpin negara-negara G7 yang tengah menggelar pertemuan puncak di Jerman mengecam serangan rudal itu sebagai 'kejahatan perang'.

Johnson dalam pernyataannya seperti dilaporkan kantor berita Inggris, PA News Agency, menyebut serangan terhadap mal Ukraina itu menunjukkan 'betapa dalamnya kekejaman dan kebiadaban' Putin.

"Serangan mengerikan ini telah sekali lagi menunjukkan dalamnya kekejaman dan kebiadaban yang akan membuat pemimpin Rusia tenggelam," sebut Johnson merujuk pada Putin.

Secara terpisah dalam pernyataan via Twitter, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turut mengecam keras serangan rudal Rusia itu. "Serangan Rusia terhadap warga sipil di sebuah pusat perbelanjaan itu kejam. Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Ukraina," ucapnya.

"Seperti yang ditunjukkan di Pertemuan Puncak G7, AS bersama dengan para sekutu dan mitra kami akan terus meminta pertanggungjawaban Rusia atas kekejaman semacam itu dan mendukung pertahanan Ukraina," tegas Biden.

Simak Video 'Penampakan Mal Ukraina Terbakar Dihantam Rudal Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT