ADVERTISEMENT

Cerita Ngeri Belasan WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 05:42 WIB
Laporan penyelidikan ungkap belasan WNI meninggal dunia di tahanan imigrasi Malaysia, Konsul RI akan konfirmasi
Laporan penyelidikan ungkap belasan WNI meninggal dunia di tahanan imigrasi Malaysia, Konsul RI akan konfirmasi (Foto: BBC World)
Jakarta -

Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melaporkan sebanyak 18 WNI meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia. Dalam laporan disebut salah satunya diduga mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.

Laporan itu juga menyebut, KBMB menemukan ada beberapa kasus dugaan "bentuk hukuman tidak manusiawi" dan "penyiksaan" yang dialami deportan WNI di tahanan Imigrasi Tawau, Malaysia.

Jumlah 18 WNI meninggal ini disebut tercatat sejak Januari 2021 sampai Maret 2022.

Konsulat RI di Tawau mengatakan akan memeriksa kembali penyebab kasus kematian seorang WNI. Sebelumnya kematian seorang WNI ini dilaporkan terjadi karena serangan jantung.

Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menuturkan kematian yang terjadi di depot tahanan imigrasi kebanyakan disebabkan Covid serta penyakit serius lainnya.

Dalam laporan berjudul Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia, tim pencari fakta (TPF) KBMB mewawancarai beberapa deportan asal Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk mengetahui apa terjadi pada Suardi, salah-seorang WNI, yang diduga meninggal akibat dianiaya di tahanan Imigrasi Malaysia di Tawau, Sabah.

Salah satu deportan yang diwawancarai yaitu saudara kandung mendiang, yang berada di satu blok tahanan dengan Suardi.

Para saksi itu mengatakan Suardi dipukul ramai-ramai oleh petugas Depot Tahanan Imigresen (DTI), dihadapan tahanan lainnya.

Suardi, dengan kondisi tubuhnya yang terluka, kemudian dimasukkan ke dalam sel isolasi, dengan tangan diborgol. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada awal Januari 2021.

Selain kasus Suardi, hasil penyelidikan KBMB itu juga menyimpulkan ada dugaan "bentuk hukuman tidak manusiawi" hingga dugaan "penyiksaan" di sana.

"Berbagai bentuk penghukuman dan perlakuan tidak manusiawi, bahkan penyiksaan terjadi di pusat tahanan imigrasi yang merupakan suatu institusi yang tertutup, institusi yang terisolasi.

"Jarang sekali orang bisa mengakses realitas yang terjadi di dalam, sehingga mereka secara tidak langsung dilindungi oleh ketertutupan itu, tidak banyak orang yang tau," kata Abu Mufakhir, anggota TPF KBMB melalui sambungan telepon kepada BBC News Indonesia, Minggu (26/06).

Simak juga 'TNI AL Gagalkan Penyelundupan 29 Kg Sabu dari Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT