ADVERTISEMENT

Menlu Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 20:23 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi
Foto: Kemenlu
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi bersama Menlu Jerman, Prancis, Amerika Serikat dan Senegal memimpin Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security. Dalam konferensi tersebut, Retno menegaskan perang senantiasa menjadi tragedi bagi kemanusiaan dan dampaknya tidak terbatas pada satu wilayah saja.

Diketahui, Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security merupakan pertemuan yang diinisiasi Jerman sebagai pemegang Presidensi G7 tahun 2022 pada hari Rabu (27/6) di Berlin. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Pertanian, dan Menteri Pembangunan dari berbagai negara G7, negara anggota Champions of Global Crisis and Response Group dan sejumlah negara donor serta perwakilan Organisasi Internasional.

Dalam konferensi tersebut, Retno menjelaskan perang yang tengah terjadi saat ini telah menghancurkan sistem pangan global yang sebelumnya sudah dilemahkan oleh pandemi dan perubahan iklim.

"Di waktu yang sulit ini, dunia tidak punya pilihan lain selain bersatu untuk memulihkan ketahanan pangan global," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Ia menyampaikan ada dua hal penting yang harus dilakukan dalam jangka pendek. Pertama, seraya tetap menegakkan hukum internasional, seluruh pihak tidak boleh menyerah untuk menemukan solusi damai di Ukraina.

"Perang ini harus segera dihentikan, dan seluruh pihak harus berkontribusi pada tujuan ini," tegas Retno.

Kedua, lanjut Retno, mengupayakan pemulihan rantai pasok pangan global. Ia mengatakan dampak perang terhadap pangan dan pupuk sangat jelas. Bila krisis pupuk ini gagal diatasi, maka akan terjadi krisis beras yang berdampak terhadap nasib lebih dari 2 miliar penduduk dunia.

Retno mengungkapkan solusi efektif terhadap krisis pangan tersebut adalah dengan melakukan reintegrasi produksi pangan Ukraina dan produksi pangan serta pupuk Rusia pada pasar dunia terlepas dari perang.

"Perlu diamankan sebuah grain corridor dari Ukraina, dan dibukanya ekspor pangan dan pupuk dari Rusia. Seluruh negara harus menahan diri dari tindakan yang semakin memperburuk krisis pangan ini," pungkasnya.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan dunia perlu berkolaborasi dalam melakukan 3 hal, yaitu mendorong investasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mendiversifikasi produksi dan impor pangan, dan mendorong perdagangan produk pertanian yang non-diskriminatif. Ia juga mengingatkan dunia perlu berpacu dengan waktu dan bertindak sesegera mungkin.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT