ADVERTISEMENT

Di KTT Jerman, Jokowi Ajak Negara G7-G20 Segera Atasi Krisis Pangan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 23:54 WIB
Presiden Jokowi di KTT G7 Jerman
Presiden Jokowi di KTT G7 Jerman (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT G7 di Elmau, Jerman. Ia menyerukan negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang kini mengancam rakyat di negara-negara berkembang jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (27/6/2022), Jokowi menyampaikan pandangannya itu pada KTT G7 sesi II, yang mengangkat topik tentang ketahanan pangan dan kesetaraan gender. Turut mendampingi Jokowi dalam sesi ini adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"(Ada) 323 juta orang di tahun 2022 ini, menurut World Food Programme, terancam menghadapi kerawanan pangan akut. G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang, dan mulai saat ini," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pangan adalah permasalahan hak asasi manusia (HAM) yang paling dasar. Menurutnya, para perempuan dari keluarga miskin dipastikan menjadi yang paling menderita menghadapi kekurangan pangan bagi anak dan keluarganya.

"Kita harus segera bertindak cepat mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global, harus kembali normal," ucap Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan pentingnya dukungan negara G7 untuk reintegrasi ekspor gandum Ukraina dan ekspor komoditas pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok global.

Menurutnya, terdapat dua cara untuk merealisasikan hal tersebut, yakni pertama fasilitasi ekspor gandum Ukraina dapat segera berjalan dan kedua adalah komunikasi secara proaktif kepada publik dunia bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi.

"Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan, dan lainnya," ujarnya.

Jokowi menaruh perhatian besar pada dampak perang terhadap rantai pasok pangan dan pupuk. "Khusus untuk pupuk, jika kita gagal menanganinya, krisis beras yang menyangkut 2 miliar manusia terutama di negara berkembang dapat terjadi," kata Jokowi.

Pada akhir sambutannya, Jokowi kembali menyerukan pentingnya negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan ini, juga mengundang para pemimpin G7 untuk hadir dalam KTT G20 di Bali.

"Saya tunggu para pemimpin G7 untuk hadir dalam KTT G20. Sampai jumpa di Bali, 15-16 November 2022," pungkasnya.

(fas/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT