ADVERTISEMENT

PM Inggris Sebut Kemenangan Rusia di Ukraina Akan Picu Bencana Global

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 11:08 WIB
British Prime Minister Boris Johnson waves at the media as he leaves 10 Downing Street to attend the weekly Prime Ministers Questions at the Houses of Parliament, in London, Wednesday, Dec. 8, 2021. (AP Photo/Matt Dunham)
PM Inggris Boris Johnson (dok. AP Photo/Matt Dunham)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson memperingatkan bahwa membiarkan Presiden Rusia Vladimir Putin meraup kesuksesan dalam invasi ke Ukraina akan memicu konsekuensi 'benar-benar bencana' bagi dunia.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/6/2022), peringatan itu disampaikan Johnson saat berbicara kepada wartawan CNN, Jake Tapper, dalam acara 'State of the Union' pada Minggu (26/6) waktu setempat beberapa jam setelah rudal-rudal Rusia mengenai ibu kota Kiev.

Dalam pernyataannya, Johnson mendorong Amerika Serikat (AS), Inggris dan negara-negara Barat lainnya untuk mempertahankan tekad dalam menghukum Moskow, terlepas dari efek perang di Ukraina terhadap harga minyak global.

"Saya akan mengatakan kepada orang-orang di Amerika Serikat bahwa ini adalah sesuatu yang secara historis dilakukan dan harus dilakukan Amerika, dan itu untuk meningkatkan perdamaian dan kebebasan dan demokrasi," ucap Johnson.

"Dan jika kita membiarkan Putin lolos begitu saja, dan mencaplok, menaklukkan bagian cukup besar dari sebuah negara yang bebas, independen, berdaulat, yang akan dia lakukan ... maka konsekuensinya untuk dunia benar-benar bencana," ujarnya mengingatkan.

Johnson bergabung dengan pemimpin negara-negara G7 di Pegunungan Alpen Bavaria, pekan ini, untuk membahas konflik di Ukraina. Dalam pertemuan itu, para pemimpin diharapkan membahas metode baru dalam menghukum Moskow, termasuk larangan impor emas dari Rusia yang diumumkan Presiden AS Joe Biden pada Minggu (26/6) waktu setempat.

Namun pertanyaan soal apakah Barat bisa tetap mempertahankan tekad dalam menghukum Putin di tengah meroketnya harga energi, tetap membayangi pertemuan itu. Dampak dari lonjakan harga bahan bakar itu juga memicu kritikan tersendiri bagi para pemimpin Barat di negara masing-masing.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT