ADVERTISEMENT

Putusan MA AS Batalkan Hak Aborsi Picu Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 08:19 WIB
Stop abortion
Foto: Ilustrasi aborsi (Thinkstock)

Suara Biden dan Para Pemimpin Dunia

Terkait putusan tersebut, para pemimpin dunia mengecam keputusan MA itu. Kecaman keras disampaikan pertama oleh PM Kanada Justin Trudeau pada Jumat (24/6).

"Berita yang keluar dari Amerika Serikat sangat mengerikan," katanya dalam pesan di Twitter. "Tidak ada pemerintah, politisi, atau pria yang harus memberi tahu seorang wanita apa yang bisa dan tidak bisa dia lakukan dengan tubuhnya," cetus pemimpin Kanada itu.

Kemudian, Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet juga menyebut keputusan MA itu sebagai "pukulan besar bagi hak asasi perempuan dan kesetaraan gender".

Hal yang sama juga dikatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun menyebut keputusan Mahkamah Agung AS itu sebagai "langkah mundur yang besar".

Johnson mengatakan keputusan itu memiliki "dampak besar pada pemikiran orang di seluruh dunia".

"Saya pikir ini adalah langkah mundur yang besar. Saya selalu percaya pada hak perempuan untuk memilih dan saya berpegang pada pandangan itu, dan itulah mengapa Inggris memiliki undang-undang yang berlaku," tutur pemimpin Inggris itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk keputusan itu, dengan mengatakan itu adalah tantangan bagi kebebasan perempuan.

"Mereka harus dilindungi. Saya menyatakan solidaritas saya dengan wanita yang kebebasannya hari ini ditentang oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat," ujar Macron dalam cuitan di Twitter.

Tak ketinggalan, Presiden AS Joe Biden juga menolak keputusan itu. Menurut Biden, keputusan itu kejam.

"Ini hari yang menyedihkan bagi pengadilan dan negara," kata Biden dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/6/2022).

Biden mengatakan pemerintahannya akan membela hak perempuan untuk melintasi batas negara bagian untuk mencari aborsi dan akan mengambil langkah-langkah untuk membuat obat aborsi tersedia secara luas.

"Undang-undang negara bagian yang melarang aborsi secara otomatis mulai berlaku hari ini," kata Biden.

Biden menyebut beberapa di antaranya "sangat ekstrem sehingga perempuan dapat dihukum karena melindungi kesehatan mereka" atau "dipaksa melahirkan anak pemerkosa mereka,"

"Itu hanya mengejutkan saya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT