Dugaan Teroris Dalangi Penembakan Sadis di Norwegia Tewaskan 2 Warga

ADVERTISEMENT

Dugaan Teroris Dalangi Penembakan Sadis di Norwegia Tewaskan 2 Warga

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 08:01 WIB
A blurred police car in the background behind yellow crime scene tape.
Foto: Getty Images/iStockphoto/aijohn784
Oslo -

Penembakan sadis di dekat bar di Oslo tengah, Norwegia menewaskan 2 warga hingga menyebabkan belasan lainnya terluka. Kepolisian setempat menduga penembakan itu akibat 'serangan teroris'.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (25/6/2022), Kepolisian Norwegia mengatakan seorang tersangka telah ditangkap setelah penembakan, yang terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat, Sabtu waktu setempat. Penembakan itu disebut terjadi di tiga lokasi, termasuk bar gay, berdekatan di pusat Oslo, ibu kota Norwegia.

Polisi melaporkan dua orang tewas dan 14 terluka, dan mengatakan dua senjata telah disita.

"Sekarang semuanya menunjukkan bahwa hanya ada satu orang yang melakukan tindakan ini," kata pejabat polisi Tore Barstad pada konferensi pers.

Polisi menerima laporan pertama pada pukul 01.14 waktu setempat dan tersangka ditangkap lima menit kemudian. Penembakan dilaporkan terjadi di dekat klub gay London Pub, klub jazz Herr Nilsen, dan gerai makanan.

Polisi bersenjata lengkap dengan rompi antipeluru dan helm berpatroli di lokasi penembakan.

"Dia terlihat sangat yakin ke mana dia membidik. Ketika saya menyadari itu serius, saya lari. Ada seorang pria berdarah tergeletak di tanah," kata seorang wanita yang melihat kejadian itu kepada surat kabar Verdens Gang.

Saksi lain yang dikutip oleh surat kabar itu menyebutkan penggunaan senjata otomatis -- yang tidak dikonfirmasi oleh polisi -- dan menggambarkannya sebagai "zona perang".

Simak selengkapnya soal pelaku yang diduga teroris di halaman berikutnya.

Pelaku Diduga Teroris

Sementara itu, kepolisian setempat menduga, untuk sementara, serangan itu merupakan serangan teroris. Dugaan itu disampaikan usai pelaku, yang diduga beraksi seorang diri, ditangkap setelah insiden penembakan.

"Polisi sedang menyelidiki peristiwa itu sebagai serangan teroris," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Polisi mengatakan tersangka yang ditangkap adalah warga negara Norwegia keturunan Iran. Polisi tidak menyebutkan secara rinci mengenai identitasnya.

Namun polisi menyebut bahwa pria itu dikenal oleh dinas intelijen domestik dan telah berurusan dengan hukum untuk pelanggaran kecil seperti kepemilikan pisau dan narkoba.

"Sekarang semuanya menunjukkan bahwa hanya ada satu orang yang melakukan tindakan ini," kata pejabat polisi Tore Barstad sebelumnya pada konferensi pers.

Pelaku Dipantau Intelijen Sejak 2015

Kemudian, Dinas Intelijen Domestik Norwegia PST, yang bertanggung jawab atas kontra-terorisme, juga mengatakan serangan itu merupakan aksi terorisme. Kepala Intelijen Norwegia Roger Berg memastikan pelaku memang memiliki sejarah panjang kekerasan.

"Tersangka memiliki sejarah panjang kekerasan dan ancaman", kata Berg.

Dia juga mengatakan tersangka sebetulnya telah dipantau pihaknya sejak tahun 2015. Bahkan, pihak intelijen Norwegia sempat berbicara dengan pelaku sebulan sebelum kejadian penembakan itu.

"Tersangka telah berada di radar PST sejak 2015 sehubungan dengan kekhawatiran tentang radikalisasi dan keanggotaannya dalam jaringan ekstremis," kata Berg dalam konferensi pers.

"Badan intelijen berbicara dengan tersangka bulan lalu, tetapi tidak menganggapnya memiliki niat kekerasan," lanjut Berg.

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT