ADVERTISEMENT

Ukraina Akan Kenakan Visa Bagi Warga Rusia Mulai 1 Juli

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 21:08 WIB
ZHYTOMYR, UKRAINE - JUNE 07:  The bomb destroyed remains of the Lyceum Number 25 School on June 07, 2022 in Zhytomyr, Ukraine. The School was hit by a Russian cruise missile in early March 2022 and waits to be rebuilt or demolished. The Ukrainian government have announced that school children will return to school after the Summer break where possible. (Photo by Christopher Furlong/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan akan memberlakukan aturan visa untuk warga Rusia yang masuk ke negaranya. Aturan itu akan diberlakukan mulai 1 Juli mendatang.

"Ukraina memperkenalkan rezim visa untuk warga Federasi Rusia," kata Zelensky di akun Telegramnya, seperti dilansir AFP, Jumat (17/6/2022).

Zelensky mengatakan persyaratan itu akan berlaku pada 1 Juli 2022. Hal itu menurut keputusan pemerintah yang telah dia harapkan. Langkah itu akan mengakhiri perjalanan bebas visa bagi warga Rusia yang dimulai ketika Ukraina merdeka dari Uni Soviet pada 1991.

Kepala staf Zelensky, Andriy Yermak, mengatakan langkah itu diambil karena invasi Rusia yang telah dimulai pada 24 Februari, serta untuk meningkatkan upaya pertahanan negaranya.

"Karena perang skala penuh yang diluncurkan oleh Federasi Rusia, kami perlu memperkuat kontrol atas masuknya warga negara Rusia ke wilayah kami. Keamanan adalah prioritas," tutur Yermak.

Rusia dan Ukraina berbagi perbatasan yang membentang hampir 2.300 kilometer (1.400 mil) dan berbagi hubungan keluarga yang luas.

Akan tetapi jumlah orang Rusia yang bepergian ke Ukraina turun tajam setelah pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Moskow pada 2014. Pencaplokan ini memicu perang dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur yang didukung oleh Kremlin.

Juru bicara penjaga perbatasan Ukraina, Andrey Demchenko, mengatakan pada 2013 sebanyak 10,8 juta orang Rusia mengunjungi Ukraina. Akan tetapi setahun kemudian, angka itu anjlok menjadi 2,5 juta. Sementara tahun 2015 hingga 2019, jumlahnya turun menjadi sekitar 1,5 juta per tahun.

Pada 2020 dan 2021 ketika pandemi Covid berlangsung, jumlah pelancong Rusia tidak melebihi 500.000 per tahun.

Ukraina, di mana bahasa Rusia digunakan secara luas dan yang telah menjalani dua revolusi pro-demokrasi sejak 2004. Ukraina juga menjadi tujuan populer dalam beberapa tahun terakhir bagi orang-orang Rusia liberal yang melarikan diri dari rezim otoriter Presiden Vladimir Putin.

Pejabat migrasi Ukraina mengatakan pada akhir Januari hampir 175.000 orang Rusia memiliki izin tinggal di Ukraina. Tetapi jumlah itu kemungkinan jauh lebih tinggi karena, sampai sekarang, Ukraina tidak pernah memiliki rezim visa dengan Rusia.

Lihat juga video 'Pabrik Makanan di Kharkiv Hancur Dihantam Rudal':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT