ADVERTISEMENT

Eks Diplomat AS Dibui 14 Tahun di Rusia Atas Penyelundupan Ganja

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 16:29 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta -

Pengadilan di Moskow, Rusia menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun penjara kepada seorang mantan diplomat Amerika Serikat karena penyelundupan ganja "skala besar". Dia menjadi warga Amerika terbaru yang terjebak dalam sistem hukum Rusia.

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (17/6/2022), vonis ini dijatuhkan di saat hubungan antara Moskow dan negara-negara Barat, khususnya Washington, memanas setelah Moskow memulai operasi militernya di Ukraina yang pro-Barat.

"Warga negara Amerika (Marc) Fogel telah dinyatakan bersalah," demikian putusan pengadilan Khimki dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/6) malam waktu setempat.

Disebutkan bahwa Fogel melakukan "penyelundupan narkoba berskala besar" dengan melintasi perbatasan Rusia, serta "penyimpanan obat-obatan terlarang berskala besar tanpa tujuan komersial".

Sebelumnya pada Januari lalu, pihak berwenang Rusia mengatakan Fogel telah ditangkap oleh petugas bea cukai setelah tiba dari New York, AS bersama istrinya di bandara Sheremetyevo di Moskow.

"Selama pemeriksaan bea cukai, mariyuana dan minyak ganja ditemukan di bagasinya," kata pejabat-pejabat Rusia, seraya menambahkan bahwa narkoba itu disembunyikan dalam kotak lensa kontak dan kartrid rokok elektrik.

Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2021.

Fogel, yang bekerja sebagai guru di Sekolah Anglo-Amerika Moskow, bersikeras ganja itu untuk tujuan medis dan itu diresepkan di Amerika Serikat setelah operasi tulang belakang.

Rusia belum membuat aturan penggunaan ganja legal untuk tujuan pengobatan.

Lihat juga video 'Momen Thailand Bagi-bagi 1 Juta Tanaman Ganja Gratis untuk Warga':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT