ADVERTISEMENT

Nyaris 42.000 Tersangka Gangster Dibekuk di Negara Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 13:44 WIB
A soldier patrols at the 22 de Abril neighborhood after El Salvadors Congress approved on Sunday emergency powers that temporarily suspended some constitutional protections after the Central American country recorded a sharp rise in killings attributed to criminal gangs, in San Salvador, Soyapango, March 29, 2022. REUTERS/Jose Cabezas
Tentara El Salvador menggelar razia di jalanan dan tempat umum saat penetapan masa darurat akibat maraknya aksi kekerasan geng kriminal (dok. REUTERS/Jose Cabezas)
San Salvador -

Pemerintah El Salvador menyatakan telah menangkap nyaris 42.000 tersangka gangster atau anggota geng kriminal sejak Presiden Nayib Bukele meluncurkan 'perang' terhadap kelompok-kelompok kriminal yang meneror negaranya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/6/2022), Bukele mengumumkan penetapan masa darurat nasional menyusul akhir pekan berdarah ketika total sedikitnya 87 orang tewas dalam serangkaian tindak kekerasan terkait geng kriminal.

Sejak saat itu, kepolisian dan militer El Salvador telah menangkap para tersangka anggota geng kriminal dengan menggunakan wewenang darurat yang menghilangkan kebutuhan surat perintah penangkapan dari pengadilan.

El Salvador yang merupakan negara kecil di kawasan Amerika Tengah ini juga meningkatkan hukuman bagi para anggota geng kriminal menjadi lima kali lipat, bahkan hingga mencapai maksimum 45 tahun penjara.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengecam penangkapan sewenang-wenang terhadap banyak orang, terutama anak-anak, tanpa adanya keterkaitan dengan geng kriminal.

Jaksa Agung El Salvador, Rodolfo Delgado, dalam pengumumannya kepada televisi pemerintah pada Kamis (16/6) waktu setempat,

"Penghitungan terakhir... mencerminkan sekitar 41.846 penangkapan," tutur Delgado dalam pernyataannya.

Simak juga 'Geng Kriminal Internasional Pembunuh 40 Warga El Salvador Dibekuk!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT