ADVERTISEMENT

Dieksekusi Mati 91 Tahun Lalu, Remaja AS Dibebaskan dari Dakwaan!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 09:40 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Washington DC -

Seorang remaja kulit hitam di Amerika Serikat (AS) yang telah dieksekusi mati tahun 1931 silam atas kasus pembunuhan wanita kulit putih, dibebaskan dari dakwaan oleh pengadilan Pennsylvania pekan ini. Putusan pembebasan ini menyusul lobi yang terus dilakukan satu-satunya saudara perempuannya yang masih hidup.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/6/2022), Alexander McClay Williams masih berusia 16 tahun ketika dewan juri pengadilan yang semuanya kulit putih, menyatakan dia bersalah atas pembunuhan seorang wanita kulit putih bernama Vida Robare tahun 1930 silam. Williams dijatuhi hukuman mati oleh hakim pada saat itu.

Dia dieksekusi mati setahun kemudian dan mencetak sejarah sebagai narapidana paling muda yang dieksekusi mati di wilayah AS bagian timur. Namun, 91 tahun kemudian, seorang hakim distrik menggugurkan kasus pembunuhan itu dan menyatakan Williams tidak bersalah.

"Saya hanya senang bahwa akhirnya menjadi seperti yang seharusnya sejak awal," ucap saudara perempuan Williams, Susie Williams-Carter, seperti dikutip media lokal Philadelphia Inquirer pada Kamis (16/6) waktu setempat.

"Kami hanya ingin itu digugurkan, karena kami mengetahui dia tidak bersalah dan sekarang kami ingin semua orang mengetahui itu juga," imbuh Susie yang kini berusia 92 tahun.

Jaksa distrik Delaware County, Jack Stollsteimer, dalam pernyataannya menyebut kasus Williams digugurkan pada Senin (13/6) waktu setempat, setelah bertahun-tahun melalui proses litigasi.

"Ini merupakan pengakuan bahwa dakwaan terhadapnya seharusnya tidak pernah diajukan," demikian pernyataan Stollsteimer.

Kasus ini menjadi pengakuan terbaru dari ketidakadilan rasial bersejarah dalam sistem hukum AS, yang menghukum dan dalam beberapa kasus, mengeksekusi mati warga Amerika tidak bersalah, banyak dari mereka kulit hitam, pada abad setelah Perang Sipil tahun 1861-1865 silam.

Simak juga 'Miris! Migran Venezuela Gelar Aksi Jahit Mulut, Desak Masuk Wilayah AS':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT