ADVERTISEMENT

Seteru AS Vs China soal Taiwan Kian Bikin Deg-degan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 07:14 WIB
Bagaimana Warga Taiwan Tanggapi Invasi terhadap Ukraina?
Foto ilustrasi: Taiwan (DW News)
Taipei -

Isu Taiwan menjadi topik perseteruan antara Amerika Serikat (AS) versus Republik Rakyat China (RRC). Dinamika politik internasional ini bikin deg-degan.

Dilansir Reuters, Selasa (14/6), otoritas Taiwan menegaskan bahwa selat Taiwan merupakan jalur perairan internasional. Kapal-kapal perang AS boleh transit di kawasan selat itu.

Sikap Taiwan sekaligus menolak klaim China bahwa selat itu adalah wilayah China. Taiwan memang berbeda dengan China daratan. Pemerintahan Taiwan berasal dari orang-orang militer di China yang kalah melawan komunis tahun 1949. China memandang Taiwan adalah provinsinya yang punya pemerintahan sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal-kapal perang perang AS, dan terkadang kapal perang dari negara sekutu seperti Inggris dan Kanada, berlayar melintasi Selat Taiwan, yang memicu kemarahan China.

AS vs China mau perang?

Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa China bermain-main dengan bahaya lewat aksi menerbangkan pesawat tempur mendekati Taiwan. AS bertekad melindungi Taiwan dengan kekuatan militer. AS kemudian mengerahkan kapal angkatan laut melalui perairan Taiwan. Apakah China vs AS berpotensi perang betulan?

Dilansir BBC, pakar menilai China tidak akan merebut kembali Taiwan secara paksa. Di sisi lain, Taiwan juga telah meningkatkan pertahanan udara dan lautnya secara signifikan. Beijing juga sadar bahwa invasi ke Taiwan akan makan biaya mahal.

"Ada banyak retorika, tetapi China harus hati-hati jika mereka ingin meluncurkan invasi ke Taiwan, apalagi ini berdekatan dengan krisis Ukraina," kata William Choong, rekan senior di Institut Studi Asia Tenggara.

"Ekonomi China jauh lebih terhubung dengan ekonomi global daripada Rusia," lanjutnya.

Lokasi Taiwan (Tangkapan layar Google Maps)Lokasi Taiwan (Tangkapan layar Google Maps)

Menteri Pertahanan China, Jenderal Wei Fenghe, menuding AS mendukung kemerdekaan Taiwan. AS dinilainya telah ikut campur urusan China.

"Izinkan saya memperjelas ini: Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, kami tak akan ragu untuk melawan," tegas Wei dalam pertemuan puncak sektor keamanan Asia yang diadakan di Singapura, Minggu (12/06).

"Kami akan berjuang dengan segala cara dan kami akan berjuang sampai akhir. Ini adalah satu-satunya pilihan bagi China," ujarnya kemudian.

Namun untungnya, sikap yang ditempuh secara konsisten oleh China selama ini adalah "penyatuan kembali secara damai" dengan Taiwan, yang ditegaskan kembali oleh Wei dalam pertemuan di Singapura, Minggu (12/06).

Kekhawatiran muncul soal kemungkinan China menyerang Taiwan. Bila itu terjadi, gangguan perdagangan global bisa muncul.

Selanjutnya, efeknya bisa lebih besar ketimbang Rusia vs Ukraina:

Simak Video 'China Siap Perang Jika Ada yang Berani Pisahkan Taiwan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT