ADVERTISEMENT

29 Pengungsi Rohingya Didakwa Atas Pembunuhan Aktivis Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 16:26 WIB
Para pengungsi Rohingnya mulai mendapatkan suntik vaksin COVID-19 di kamp pengungsi Rohingya di Coxs Bazar, Bangladesh. Bangladesh memulai upaya vaksinasi COVID-19 untuk pengungsi Rohingya. Hampir 48.000 pengungsi Rohingya akan disuntik dengan bantuan badan-badan PBB.
Ilustrasi -- Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (dok. Getty Images)

Pihak ARSA membantah terlibat dalam pembunuhan Ullah.

Sekitar 920.000 pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, dengan kebanyakan melarikan diri dari operasi militer Myanmar tahun 2017 lalu yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) sebagai aksi genosida.

Ullah yang semasa hidup bekerja di kamp pengungsian, bersama rekannya, secara diam-diam mendokumentasikan kejahatan yang dialami para pengungsi Rohingya di tangan militer Myanmar sembari mendesak kondisi yang lebih baik.

Ullah yang mantan guru ini mulai dikenal tahun 2019 ketika dia menggelar aksi protes yang diikuti sekitar 100.000 orang untuk menandai dua tahun eksodus mereka. Dia juga sempat bertemu Presiden AS saat itu, Donald Trump, di Gedung Putih dan berbicara dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT