China Akan Gelar Latihan Militer Terbaru di Laut China Selatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 13:15 WIB
Laut China Selatan diketahui merupakan salah satu wilayah yang paling diperebutkan di dunia. Di kawasan itu, terdapat pulau buatan yang dikuasai China.
Ilustrasi -- Pulau buatan China di Laut China Selatan yang menjadi sengketa beberapa negara (dok. AP Photo/Aaron Favila)
Beijing -

China akan menggelar latihan militer terbaru di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa beberapa negara. Rencana latihan itu diumumkan sepekan setelah negara-negara Barat mengkritik ambisi militer China di kawasan Pasifik.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/5/2022), latihan militer itu rencananya akan digelar pada Sabtu (28/5) besok di perairan yang berjarak kurang dari 25 kilometer sebelah selatan lepas pantai Provinsi Hainan, China.

Latihan itu digelar setelah Amerika Serikat (AS) melontarkan peringatan atas kehadiran militer dan ekonomi China yang semakin berkembang di perairan mulai dari Laut China Selatan hingga Kepulauan Pasifik.

"Latihan militer akan digelar dan aktivitas masuk dilarang," sebut Otoritas Keselamatan Maritim China dalam pernyataannya, pada Kamis (26/5), sembari memperingatkan bahwa area seluas 100 kilometer persegi akan ditutup untuk lalu lintas maritim selama lima jam.

China secara rutin menggelar latihan serupa di wilayah perairannya dekat pantai-pantainya, dengan latihan di area laut lainnya dekat Hainan dijadwalkan untuk pekan depan. Beberapa latihan lainnya digelar di sepanjang garis pantai timur China.

Namun latihan terbaru digelar ketika Beijing dihujani rentetan peringatan dari AS dan sekutu-sekutu Baratnya soal ambisi Angkatan Lautnya, yang menurut para pengkritik menjadi tempat pijakan bagi upaya lebih luas untuk mengubah keseimbangan kekuatan regional.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, pada Kamis (26/5) waktu setempat, menuduh Beijing telah meningkatkan ketegangan terkait Taiwan.

"Beijing terlibat dalam retorika dan aktivitas yang semakin provokatif seperti menerbangkan pesawat PLA di dekat Taiwan hampir setiap hari," sebut Blinken, merujuk pada Tentara Pembebasan Rakyat -- sebutan resmi militer China.