ADVERTISEMENT

Presiden Ukraina Murka Diminta Serahkan Wilayahnya Demi Akhiri Perang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Mei 2022 14:09 WIB
The 75th Cannes Film Festival - Opening ceremony and screening of the film
Foto: Presiden Ukraina Zelensky marah (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy murka dengan saran agar Kyiv menyerahkan wilayah dan membuat konsesi untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Dia mengatakan gagasan itu merupakan upaya untuk menenangkan Nazi Jerman pada 1938.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/5/2022) komentar marah Zelenskiy dan seorang ajudan senior datang ketika pasukan Ukraina menghadapi serangan baru di dua wilayah timur yang sebagian dikuasai oleh separatis berbahasa Rusia pada tahun 2014.

Dewan redaksi New York Times mengatakan pada 19 Mei bahwa perdamaian yang dinegosiasikan mengharuskan Kyiv untuk membuat beberapa keputusan sulit. Hal ini mengingat bahwa kemenangan militer yang menentukan tidak realistis.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger minggu ini menyarankan di Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa Ukraina harus membiarkan Rusia mempertahankan Krimea, yang dicaploknya pada tahun 2014.

"Apa pun yang dilakukan negara Rusia, Anda akan selalu menemukan seseorang yang mengatakan 'Mari kita pertimbangkan kepentingannya'," kata Zelenskiy dalam pidatonya.

"Anda mendapatkan kesan bahwa Tuan Kissinger tidak memiliki tahun 2022 di kalendernya, tetapi tahun 1938, dan bahwa dia pikir dia sedang berbicara dengan audiens bukan di Davos tetapi di Munich saat itu," sambungnya.

Pada tahun 1938, Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman menandatangani perjanjian di Munich yang memberi diktator Nazi Adolf Hitler tanah di Cekoslowakia saat itu sebagai bagian dari upaya yang gagal untuk membujuknya untuk meninggalkan ekspansi teritorial lebih lanjut.

"Mungkin New York Times juga menulis hal serupa pada tahun 1938. Tapi saya ingatkan, sekarang sudah 2022," kata Zelenskiy.

"Mereka yang menyarankan Ukraina untuk memberikan sesuatu kepada Rusia, 'tokoh geopolitik hebat' ini, tidak pernah melihat orang biasa, orang Ukraina biasa, jutaan orang yang tinggal di wilayah yang mereka usulkan untuk ditukar dengan perdamaian ilusi."

Simak Video: Rusia Blokir Pelabuhan Ukraina, 70 Kapal Gagal Antar Barang Ekspor

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT