ADVERTISEMENT

Harapan Zelensky Temui Vladimir Putin Demi Perang Berakhir

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 05:51 WIB
In this handout photo provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks during a news conference in Kyiv, Ukraine, Friday, Jan. 28, 2022. High-stakes diplomacy continued on Friday in a bid to avert a war in Eastern Europe. The urgent efforts come as 100,000 Russian troops are massed near Ukraines border and the Biden administration worries that Russian President Vladimir Putin will mount some sort of invasion within weeks. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Jakarta -

Perunding utama Rusia dalam perundingan damai dengan Ukraina menegaskan pihaknya bersedia untuk melanjutkan dialog. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan hanya Presiden Rusia Vladimir Putin yang ingin ditemuinya secara langsung untuk membahas mengakhiri perang.

Para perunding Rusia dan Ukraina telah menggelar pembicaraan sejak pasukan Moskow melancarkan invasi pada 24 Februari lalu. Namun kedua pihak menyatakan pembicaraan terhenti.

Kepada televisi lokal Ukraina, pekan lalu, Zelensky menegaskan tidak mungkin menghentikan perang tanpa melibatkan diplomasi.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/5/2022), keinginan Zelensky bertemu Putin disampaikan dalam pernyataan via tautan video kepada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Disebutkan Zelensky, mengatur pembicaraan dengan Rusia menjadi semakin sulit, setelah apa yang dia sebut sebagai bukti tindakan Rusia terhadap warga sipil selama invasi ke Ukraina.

Rusia membantah menargetkan warga sipil melakukan 'operasi khusus' untuk melucuti kemampuan militer Ukraina.

"Presiden Federasi Rusia yang memutuskan semuanya," ucap Zelensky melalui penerjemah kepada forum WEF di Davos.

"Jika kita bicara soal mengakhiri perang ini tanpa dia secara pribadi, keputusan itu tidak bisa diambil," sebutnya.

Simak juga video 'Zelensky: Rusia Telah Hancurkan 1.873 Institusi Pendidikan Selama Perang':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT