Saat Biden Skeptis Soal Pertemuan dengan Kim Jong-Un di Tengah Ketegangan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 19:47 WIB
U.S. President Joe Biden speaks during a news conference with South Korean President Yoon Suk Yeol at the Peoples House inside the Ministry of National Defense, Saturday, May 21, 2022, in Seoul, South Korea. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Joe Biden dalam konferensi pers di Seoul (AP Photo/Evan Vucci)
Seoul -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkesan skeptis soal prospek pertemuan langsung antara dirinya dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Biden mengakui dirinya mempertimbangkan pembicaraan dengan Kim Jong-Un hanya jika pemimpin Korut itu siap bertemu dengan itikad baik.

"Mengenai apakah saya akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara, itu akan tergantung pada apakah dia tulis dan apakah dia serius," ucap Biden kepada wartawan setelah pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol di Seoul, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (21/5/2022).

Diketahui bahwa pendahulu Biden, Donald Trump, telah bertemu Kim Jong-Un dalam beberapa kali pertemuan diplomasi tingkat tinggi. Namun pembicaraan antara keduanya mencapai kegagalan tahun 2019 lalu.

Sejauh ini Korut menolak permintaan pemerintahan Biden untuk menggelar pembicaraan tanpa prasyarat apapun. Pada Februari lalu, seorang pejabat pemerintahan AS mengesampingkan pertemuan antara Biden dan Kim Jong-Un pada saat itu, dengan menyatakan pertemuan itu memerlukan tujuan yang jelas.

Intelijen AS menunjukkan bahwa Kim Jong-Un mungkin tengah mempersiapkan peluncuran rudal balistik antarbenua atau menggelar uji coba nuklir yang bertepatan dengan kunjungan Biden ke kawasan Asia Timur.

Prospek pertemuan antara Biden dan Kim Jong-Un dinilai tetap kecil. Selain standar terbaru yang ditetapkan Biden pada Sabtu (21/5), Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan Pyongyang belum mengindikasikan kesediaan untuk terlibat dengan pemerintah AS sejak Biden dilantik.

Dalam pertemuan pada Sabtu (21/5), Biden dan Yoon sepakat untuk memulai pembicaraan soal perluasan latihan militer gabungan yang bertujuan menangkal ancaman yang diberikan Korut.