ADVERTISEMENT

Rusia Klaim Nyaris 2.000 Tentara Ukraina Menyerahkan Diri di Mariupol

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 17:18 WIB
Soldiers carry a wounded man on a stretcher as they display a white flag in a location given as Mariupol, Ukraine, in this still image taken from video that Russian TV released April 13, 2022, and says shows Ukrainian marines surrendering in Mariupol. Reuters could not independently confirm the surrender and authenticity of the Russian TV footage.   RURTR/via Reuters TV/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. RUSSIA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN RUSSIA
Rusia mengklaim nyaris 2.000 tentara Ukraina menyerah di Mariupol (dok. RURTR via REUTERS)
Moskow -

Jumlah tentara Ukraina yang menyerahkan diri kepada Rusia dilaporkan kembali bertambah. Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu mengklaim nyaris 2.000 tentara Ukraina yang bersembunyi di dalam pabrik baja Azovstal, Mariupol, telah menyerahkan diri kepada pasukan Moskow.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (20/5/2022), Shoigu dalam pernyataan terbaru seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS News Agency, menyebut sudah sekitar 1.908 tentara Ukraina yang menyerahkan diri di Mariupol, yang kini dikuasai pasukan Rusia.

Klaim Shoigu ini belum bisa diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Namun diketahui bahwa ratusan tentara Ukraina yang selama beberapa minggu terakhir bersembunyi di dalam bungker dan terowongan yang ada di bawah pabrik baja Azovstal, yang dikepung pasukan Moskow dalam invasinya.

Pihak Rusia dan Ukraina memberikan perkiraan yang berbeda soal jumlah tentara yang bersembunyi di dalam pabrik tersebut.

Pada Kamis (19/5) waktu setempat, Moskow menyebut 1.730 petempur Ukraina telah meletakkan senjatanya di kompleks pabrik baja Azovstal. Para petempur Ukraina yang menyerahkan diri kepada Rusia itu dilaporkan telah dibawa ke area-area yang dikuasai Moskow.

Diketahui bahwa pabrik baja Azovstal mewakili benteng perlawanan terakhir Ukraina di kota pelabuhan Mariupol. Otoritas Ukraina menyatakan upaya-upaya terus dilakukan untuk mengevakuasi para petempur yang masih bertahan di dalam pabrik.

Otoritas Ukraina mengharapkan adanya pertukaran tahanan untuk para petempurnya itu dengan tahanan perang Rusia yang ditangkap oleh pasukan Kiev.

(nvc/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT