PBB Desak Rusia dan Ukraina Lanjutkan Perundingan Damai

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 14:40 WIB
Para perunding Rusia dan Ukraina memulai pembicaraan tatap muka di Istanbul, Turki, Selasa (29/3). Perundingan kedua delegasi itu dijaga ketat oleh tentara bersenjata lengkap.
Ilustrasi -- Pertemuan perunding Rusia dan Ukraina di Turki pada Maret lalu (dok. Turkish Presidency via AP)
Jenewa -

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendesak Rusia dan Ukraina untuk 'membangun' kontak dan koordinasi untuk memungkinkan operasi evakuasi dari Mariupol, agar perundingan damai yang terhenti antara kedua negara yang berkonflik bisa kembali dilanjutkan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (20/5/2022), kepala bantuan PBB Martin Griffiths menilai bahwa operasi sukses untuk evakuasi warga sipil dan para petempur dari pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, membuka jalan menuju perundingan yang lebih luar untuk mengakhiri konflik brutal yang diawali invasi Rusia pada 24 Februari lalu.

"Operasi ini tidak bisa terjadi jika bukan karena kerja sama antara Federasi Rusia dan otoritas Ukraina," sebut Griffiths kepada wartawan di Jenewa, Swiss, dalam pernyataan pada Kamis (19/5) waktu setempat.

"Saya ingin berpikir bahwa fakta jika kerja sama ini berjalan dengan relatif baik, tentu saja lebih baik daripada minggu-minggu sebelumnya dalam perang ini, menunjukkan ada sesuatu yang dibangun," imbuhnya.

Lebih lanjut, Griffiths menyerukan dimulainya kembali perundingan damai yang terhenti, yang sebelumnya dimediasi Turki. "Kita harus kembali ke meja (perundingan)" cetusnya.

Turki menjadi tuan rumah pertemuan antara para perunding Moskow dan Kiev di Istanbul beberapa waktu lalu, juga menjadi lokasi pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di Antalya pada Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan mengakui dirinya ingin membuka jalan untuk pertemuan puncak di Istanbul antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Namun pekan ini, otoritas Ukraina mengumumkan bahwa perundingan itu 'ditunda' dan menyalahkan Rusia atas kegagalan menemukan area untuk kompromi.

(nvc/idh)