Serangan Teroris di Burkina Faso, 8 Orang Tewas

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 02:50 WIB
Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Dua orang diduga teroris menyerang Burkina Faso di pagi hari waktu setempat. Serangan itu mengakibatkan 8 orang tewas.

Sebuah serangan terhadap unit militer di timur menewaskan sedikitnya tujuh tentara, sementara serangan lain terhadap sebuah bus menewaskan seorang warga sipil dan melukai selusin penumpang di utara.

"Unit militer Madjoari, sebuah komune pedesaan di provinsi Kompienga di wilayah timur, menjadi sasaran serangan teroris yang kejam pagi ini," kata seorang sumber keamanan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/5/2022).

"Jumlah korban sementara adalah tujuh tentara tewas dan kerusakan material yang signifikan." ujarnya.

Bala bantuan termasuk dukungan udara dikerahkan untuk mencari pelaku di daerah itu, tambah sumber itu.

Seorang politisi lokal yang dihubungi oleh AFP mengkonfirmasi serangan itu, menyesalkan "jatuhnya unit militer" dan menggambarkannya sebagai "benteng terakhir" Madjoari melawan kelompok-kelompok jihad.

Penyerang bersenjata menargetkan bus di Seytenga di provinsi utara Seno juga pada Kamis pagi, kata warga.

Pada hari Sabtu, sekitar 40 orang - banyak dari mereka sukarelawan sipil dengan tentara - tewas dalam tiga serangan yang diduga jihadis di wilayah yang sama.

Burkina Faso telah digempur oleh serangan jihadis sejak 2015, dengan gerakan yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Negara Islam.

Lebih dari 2.000 orang tewas dan 1,8 juta mengungsi.

Kepala negara baru, Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, mengatakan dia telah menjadikan krisis keamanan sebagai "prioritasnya".

Damiba menggulingkan presiden terpilih Roch Marc Christian Kabore pada Januari, menuduhnya tidak efektif dalam menghadapi kekerasan jihad.

Setelah jeda relatif ketika Damiba mengambil alih kekuasaan, gelombang serangan telah merenggut hampir 200 nyawa.

Pada awal April, Damiba mengumumkan pembentukan komite lokal untuk mencoba terlibat dengan kelompok jihad dan mengekang kekerasan.

(eva/eva)