Bentrok dengan Pasukan Israel di Pemakaman, 70 Warga Palestina Terluka

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 17:35 WIB
JERUSALEM - MAY 16: People carry the body of Palestinian youth Walid Sharif, killed by Israeli forces during a raid on Al-Aqsa Mosque, during his funeral in Jerusalem on May 16, 2022. The young man lost his life during clashes with Israeli forces inside the Al-Aqsa complex last month. His body was withheld by Israeli authorities until it was transferred to his family earlier Monday. (Photo by Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency via Getty Images)
warga Palestina memakamkan Walid al-Sharif (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Lebih dari 70 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di sebuah acara pemakaman di Yerusalem.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (17/5/2022), kerusuhan itu terjadi ketika warga Palestina menguburkan Walid al-Sharif (23) yang meninggal pada hari Sabtu karena luka-luka yang diderita selama bentrokan bulan lalu di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan puluhan warga terluka saat "bentrokan dengan pasukan pendudukan", dengan polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut, di Kota Tua, Yerusalem Timur dan sekitarnya.

Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes, Kota Tua, sebelum dimakamkan di pemakaman terdekat.

Polisi Israel mengatakan "gangguan kekerasan terjadi baik selama dan setelah pemakaman, termasuk di pemakaman itu sendiri." Enam petugas terluka.

"Pasukan Israel bertindak tegas terhadap ratusan pelanggar hukum dan perusuh yang... mengambil tindakan kekerasan terhadap pasukan yang membahayakan hidup mereka," demikian pernyataan polisi Israel.

"Mereka melemparkan batu, botol, batu bata dan benda-benda berat lainnya, serta melemparkan kembang api ke pasukan," imbuh polisi.

Kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina mengatakan lebih dari 50 orang ditangkap dalam insiden itu.

Bentrokan ini terjadi beberapa hari setelah serangan polisi pada prosesi pemakaman jurnalis veteran Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, yang ditembak mati dalam serangan tentara Israel di Tepi Barat.

Warga Palestina dan Al-Jazeera menyebut pasukan Israel membunuhnya, sementara Israel mengatakan tembakan warga Palestina mungkin yang harus disalahkan atas kematian jurnalis tersebut.

(ita/ita)