Sekjen NATO: Keberatan Turki Tak Halangi Keanggotaan Finlandia-Swedia

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 13:39 WIB
NATO General Secretary Jens Stoltenberg gestures as he speaks during a press conference to present the next North Atlantic Council (NAC) Ministers of Foreign Affairs meeting, at the NATO headquarters in Brussels on April 5, 2022. (Photo by Franois WALSCHAERTS / AFP)
Sekjen NATO Jens Stoltenberg (dok. AFP/FRANCOIS WALSCHAERTS)
Berlin -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg, menegaskan bahwa keberatan Turki tidak menghalangi tawaran keanggotaan untuk Finlandia dan Swedia. Stoltenberg meyakini pihaknya bisa menyelesaikan keberatan yang diajukan Turki atas rencana bergabungnya Finlandia dan Swedia dengan NATO.

"Turki memperjelas bahwa niatnya bukan untuk memblokir keanggotaan," tegas Stoltenberg kepada wartawan secara virtual setelah para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara aliansi NATO bertemu di Berlin, Jerman, seperti dilansir AFP, Senin (16/5/2022).

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengejutkan sekutu-sekutu Turki dengan menyatakan pihaknya memiliki keraguan soal keanggotaan Finlandia dan Swedia.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu kemudian mengajukan tuntutannya pada Minggu (15/5) di sela-sela pertemuan Menlu NATO itu. Ankara meminta agar kedua negara itu menghentikan dukungan untuk kelompok militan Kurdi yang ada di wilayah mereka, dan mencabut sejumlah larangan penjualan senjata ke Turki.

Dalam pernyataannya, Stoltenberg menuturkan dirinya berkomunikasi dengan Cavusoglu setelah Ankara menuduh negara-negara Nordik menjadi rumah bagi 'teroris', yang merujuk pada separatis Kurdi.

"Saya yakin bahwa kita akan mampu mengatasi kekhawatiran yang disampaikan Turki dengan cara yang tidak menunda keanggotaan," ucap Stoltenberg.

Turki dalam pernyataannya menegaskan pihaknya tidak menentang kebijakan aliansi NATO yang terbuka untuk semua negara Eropa yang ingin bergabung.

Setiap keputusan soal perluasan NATO diketahui membutuhkan persetujuan seluruh 30 negara sekutu dan parlemen mereka. Turki yang menjadi anggota NATO selama 70 tahun, menurut para diplomat NATO, akan berada di bawah tekanan besar untuk tunduk karena aliansi mempertimbangkan bergabungnya Finlandia dan Swedia akan sangat memperkuat Laut Baltik.

Simak video 'Finlandia Ingin Gabung NATO, Putuskan Hubungan dengan Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/dhn)