Finlandia-Swedia Akan Gabung NATO, Erdogan Keberatan!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 14:03 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP/Francisco Seco)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengomentari rencana Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Erdogan menyebut Turki tidak memiliki "pendapat positif" soal itu.

Hal itu menjadi sinyal ganjalan bagi kedua negara yang ingin segera bergabung, terlebih saat Rusia tengah melancarkan invasi ke Ukraina.

Erdogan menuduh Finlandia dan Swedia menyembunyikan organisasi-organisasi teroris.

"Kami tidak memiliki pendapat positif," kata Erdogan kepada para wartawan di Istanbul pada Jumat (13/5) waktu setempat.

"Negara-negara Skandinavia seperti wisma bagi organisasi-organisasi teror," cetusnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (14/5/2022).

Turki yang merupakan anggota NATO, telah lama menuduh negara-negara Nordik, terutama Swedia yang memiliki komunitas imigran Turki yang kuat, menyembunyikan kelompok ekstremis Kurdi serta para pendukung Fethullah Gulen, ulama ternama yang berbasis di Amerika Serikat, yang diburu Turki karena kudeta yang gagal pada 2016.

Erdogan pun menyinggung "kesalahan" yang dibuat oleh mantan penguasa Turki yang menyetujui keanggotaan Yunani di NATO pada tahun 1952.

"Kami, sebagai Turki, tidak ingin membuat kesalahan kedua dalam masalah ini," katanya.

Sebelumnya, Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri (PM) Finlandia Sanaa Marin mengumumkan dukungan untuk keanggotaan NATO. Hal tersebut menuai reaksi keras dari Rusia yang berbatasan langsung dengan Finlandia.

Simak Video 'Finlandia Ingin Gabung NATO, Putuskan Hubungan dengan Rusia':

[Gambas:Video 20detik]