G7 Kutuk Taliban Atas Meningkatnya Pembatasan terhadap Perempuan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 11:34 WIB
Taliban fighters stand guard at the death anniversary event of Mullah Mohammad Omar, the late leader and founder of the Taliban, in Kabul, Afghanistan, April 24, 2022. REUTERS/Ali Khara
ilustrasi: Taliban (Foto: REUTERS/ALI KHARA)
Jakarta -

Negara-negara Kelompok Tujuh (G7) mengutuk meningkatnya pembatasan yang diterapkan penguasa Taliban terhadap kaum perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. G7 menuding kelompok menuduh kelompok garis keras itu mengisolasi Afghanistan.

"Kami menyerukan kepada Taliban untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mencabut pembatasan pada perempuan dan anak perempuan," kata para Menteri Luar Negeri Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengutuk pengenaan langkah-langkah yang semakin membatasi, yang sangat membatasi separuh kemampuan penduduk untuk berpartisipasi secara penuh, setara dan bermakna dalam masyarakat," imbuh pernyataan tersebut seperti diberitakan AFP, Jumat (13/5/2022).

Dengan membatasi hak-hak perempuan dan anak perempuan, Taliban "semakin mengasingkan diri dari komunitas internasional", kata para menteri tersebut dalam pernyataan mereka.

Ketika Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan tahun lalu, mereka menjanjikan aturan yang lebih lunak daripada saat pertama kali berkuasa dari 1996 hingga 2001, yang ditandai dengan banyaknya pelanggaran hak asasi manusia.

Namun, kenyataannya, Taliban semakin membatasi hak-hak warga Afghanistan, khususnya anak perempuan dan perempuan, yang telah dilarang untuk kembali ke sekolah menengah dan banyak pekerjaan pemerintah.

Kaum perempuan di seluruh negeri juga telah dilarang bepergian sendirian, dan minggu lalu otoritas Taliban memerintahkan perempuan Afghanistan untuk mengenakan burqa.