Cerita Anggota Pussy Riot Nyamar Jadi Kurir Demi Tinggalkan Rusia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 17:17 WIB
Russian political activist and member of the punk band and activist group Pussy Riot Maria Alyokhina, accused of participating in an unsanctioned gathering after she unfurled a protest sign near the headquarters of the FSB security service in Moscow the day before, attends a hearing at a court in Moscow on December 21, 2017. / AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV
Maria Alyokhina (dok. AFP PHOTO/Vasily MAXIMOV)
Moskow -

Seorang anggota kelompok feminis Rusia, Pussy Riot, nekat menyamar sebagai kurir pengantar makanan untuk menghindari pengejaran polisi saat meninggalkan Rusia. Anggota Pussy Riot itu bergabung dengan ribuan warga Rusia lainnya yang meninggalkan negaranya setelah Moskow menginvasi Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Rabu (11/5/2022), Maria Alyokhina (33) menuturkan hal tersebut dalam wawancara dengan media Amerika Serikat (AS), New York Times (NYT), pada Selasa (10/5) waktu setempat.

Selain Alyokhina, ribuan warga lainnya telah meninggalkan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan pengerahan pasukan militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pada September tahun lalu, Alyokhina dijatuhi hukuman satu tahun pembatasan pergerakan setelah ikut unjuk rasa mendukung pengkritik Kremlin, Alexei Navalny. Namun pada April tahun ini, otoritas Rusia mengubah hukumannya menjadi hukuman penjara.

Kepada NYT, Alyokhina menuturkan bagaimana dirinya berpakaian sebagai kurir pengantar makanan untuk menghindari polisi Moskow yang mengintai dirinya dan sengaja meninggalkan ponselnya agar tidak bisa dilacak.

Kemudian, sebut Alyokhina, seorang teman mengantarkannya ke perbatasan Belarusia dan sepekan kemudian dia berhasil menyeberang perbatasan ke Lithuania, salah satu negara anggota Uni Eropa, usai beberapa kali mencoba.

"Saya senang karena saya berhasil, karena itu tidak diduga dan ciuman selamat tinggal untuk otoritas Rusia," ucapnya kepada NYT.

Lihat juga Video: Penampakan Hancurnya Gereja Ortodoks di Ukraina Akibat Serangan Rusia

[Gambas:Video 20detik]