Disebut Pelaku Terorisme oleh Parlemen Lithuania, Rusia Berang!

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 16:26 WIB
Rusia masih mengepung dan menyerang kota Mariupol, Ukraina. Sejumlah tank milik tentara pro-Rusia pun bersiaga di jalan-jalan kawasan Mariupol. Ini fotonya.
Ilustrasi -- Penampakan tank tentara pro-Rusia siaga di jalanan Mariupol, Ukraina (dok. REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Moskow -

Parlemen Lithuania meloloskan resolusi yang menyatakan invasi Rusia ke Ukraina sebagai 'genosida' dan menyebut Rusia sebagai pelaku terorisme. Otoritas Rusia yang berang pun memberikan reaksi keras terhadap keputusan parlemen Lithuania itu.

Seperti dilansir CNN, Rabu (11/5/2022), juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataan kepada radio Sputnik menyebut keputusan Lithuania menyatakan Rusia sebagai 'negara yang mendukung dan melakukan terorisme' adalah provokatif dan ekstremis.

"Di negara-negara yang mengadopsi dokumen, deklarasi dan pernyataan semacam itu, mereka mengambil langkah-langkah ekstremis semacam itu -- tidak ada cara lain untuk menyebutnya," sebut Zakharova dalam pernyataannya.

"Semua negara ini merupakan anggota NATO. Selama beberapa dekade terakhir, kita berulang kali melihat tindakan ilegal dan agresif NATO, yang memicu banyak korban jiwa," imbuhnya.

"Ini seharusnya diperlakukan persis sebagai elemen provokasi, ekstremisme dan kemunafikan politik," tegas Zakharova.

Pada Selasa (10/5) waktu setempat, parlemen Lithuania atau yang disebut Seimas meloloskan resolusi yang menyatakan invasi Rusia ke Ukraina sebagai 'genosida'. Parlemen Lithuania juga menyebut Rusia sebagai pelaku terorisme.

Bahkan parlemen Lithuania menyerukan pembentukan sebuah pengadilan internasional untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

"Kita jelas memiliki alasan untuk menyebut ini sebagai aksi genosida," ucap Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis dalam wawancara dengan CNN.

"(Presiden Rusia Vladimir) Putin dengan jelas menyatakan bahwa dia tidak mempercayai bahwa Ukraina memiliki hak untuk eksis sebagai sebuah negara dan dia berupaya membuktikan poinnya dengan membunuh pada dasarnya seluruh kota-kota sipil yang penuh warga sipil," tuduhnya.

(nvc/ita)