ADVERTISEMENT

Uni Eropa Tuding Rusia Gunakan Pasokan Gas sebagai Alat Pemerasan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 12:22 WIB
European Commission President Ursula von der Leyen makes a statement in Brussels on April 27, 2022, following the decision by Russian energy giant Gazprom to halt gas shipments to Poland and Bulgaria in Moscows latest use of gas as a weapon in the conflict in Ukraine. (Photo by Kenzo TRIBOUILLARD / POOL / AFP)
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menuduh Rusia menggunakan gas alam sebagai alat pemerasan (dok. AFP/KENZO TRIBOUILLARD)

Dalam tanggapannya, Rusia menolak tuduhan pemerasan tersebut. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa tuntutan Rusia agar pembayaran gas menggunakan Rubel itu dipicu oleh tindakan Barat yang membekukan aset mata uang Rusia.

Dia bahkan menyebut aset itu 'dicuri' oleh Barat dalam 'tindakan tak bersahabat yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

"Ini bukan pemerasan," tegas Peskov dalam pernyataan kepada wartawan seperti dilansir CNN.

"Persyaratan yang diperlukan tercatat dalam dekrit Presiden (Putin), maksudnya metode pembayaran baru, yang dipicu langkah-langkah tidak bersahabat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor ekonomi dan finansial yang dilakukan terhadap kami oleh negara-negara tak bersahabat," imbuhnya.

Ditambahkan Peskov bahwa semua persyaratan baru telah 'diberitahukan kepada pembeli terlebih dulu'.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT