Rusia Balas Jatuhkan Sanksi pada 287 Anggota Parlemen Inggris

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 11:06 WIB
Londons Houses of Parliament, also known as the Palace of Westminster, serve both as the centre of British politics and iconic tourist attractions, famed for the Big Ben clock tower (AFP Photo/Daniel Leal-Olivas)
Ilustrasi gedung parlemen Inggris (dok. AFP Photo/Daniel Leal-Olivas)
Moskow -

Rusia menjatuhkan sanksi terhadap ratusan anggota parlemen Inggris dalam langkah balasan setelah otoritas Inggris pada Maret lalu menjatuhkan sanksi terhadap 386 anggota parlemennya. Sanksi dari Moskow ini mencakup larangan masuk ke wilayah Rusia.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Kamis (28/4/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa sanksi itu mencakup larangan masuk bagi 287 anggota parlemen Inggris ke wilayah Rusia, setelah Inggris memasukkan nama-nama anggota parlemen Rusia ke dalam daftar hitam terkait invasi Moskow ke Ukraina.

"Merespons keputusan yang diambil oleh pemerintah Inggris pada 11 Maret yang menambahkan 386 deputi Duma ke dalam daftar sanksi, dalam langkah timbal balik, pembatasan pribadi diberlakukan terhadap 287 anggota House of Commons," sebut Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya.

Baik anggota parlemen dari Partai Konservatif maupun Partai Buruh masuk ke dalam daftar sanksi Rusia tersebut. Total terdapat 650 anggota dalam House of Commons Inggris.

Moskow menyebut daftar itu terdiri atas para anggota parlemen yang dianggap memainkan 'bagian paling aktif' dalam menyusun sanksi-sanksi anti-Rusia dan berkontribusi terhadap 'histeria Russophobia'.

Nama kepala Staf Downing Street atau kantor PM Inggris Steve Barclay dan Ketua House of Commons Lindsay Hoyle masuk dalam daftar anggota parlemen Inggris yang dijatuhi sanksi oleh Rusia tersebut. Ada juga nama Menteri Brexit Jacob Rees-Mogg dan Menteri Lingkungan George Eustice.

"Orang-orang ini, yang tidak lagi diizinkan memasuki Federasi Rusia, mengambil bagian paling aktif dalam pembentukan instrumen sanksi anti-Rusia di London, dan berkontribusi pada penyebaran histeria Russophobia yang tidak berdasar di Inggris," demikian disebutkan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Retorika permusuhan dan tuduhan tidak masuk akal yang datang dari mulut para anggota parlemen Inggris tidak hanya membenarkan tindakan permusuhan London, yang bertujuan menjelekkan negara kita dan isolasi internasional, tapi juga digunakan oleh para penentang dialog saling menghormati dengan Rusia untuk merusak landasan kerja sama bilateral," imbuh pernyataan tersebut.

(nvc/tor)