Presiden Korsel Bakal Pindahkan Kantornya ke Kemhan, Telan Biaya USD 40 Juta

Presiden Korsel Bakal Pindahkan Kantornya ke Kemhan, Telan Biaya USD 40 Juta

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 16:28 WIB
Seoul -

Presiden Korea Selatan (Korsel) terpilih, Yoon Suk-yeol bakal memindahkan kantor Kepresidenan. Pemindahan kantor Kepresidenan dilakukan dari Gedung Biru atau Cheong Wa Dae ke Kompleks Kementerian Pertahanan.

Dilansir Reuters, Minggu (20/3/2022) kantor Kementerian Pertahanan berada di distrik Yongsan, Seoul. Kantor ini bersebelahan dengan bekas pangkalan militer besar AS yang sebagian besar telah ditutup dan dipindahkan ke selatan kota.

"Ini sulit, tetapi ini adalah keputusan yang saya buat untuk masa depan negara," kata Yoon dalam konferensi pers. "Saya dengan sungguh-sungguh meminta orang-orang untuk memahami bahwa ini bukan hanya relokasi tempat tetapi tekad saya untuk melayani orang-orang, bekerja dengan baik dan menepati janji saya dengan orang-orang."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemindahan ini dilakukan Yoon agar Kantor Kepresidenan berada di tempat yang lebih mudah diakses. Sementara itu, Gedung Biru di Seoul bakal dibuka untuk umum nantinya.

Yoon mengatakan kantor Kementerian Pertahanan sudah dilengkapi fasilitas keamanan yang baik.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Yoon juga akan memindahkan kediaman resminya ke Hannam-dong, sebuah lingkungan yang menampung banyak eksekutif bisnis dan diplomat.

Rencana pemindahan Kantor Kepresidenan itu memicu reaksi beragam dari warga Korea Selatan. Pemindahan itu juga memicu perdebatan sengit di antara para ahli feng shui, setelah beberapa pejabat Partai Demokrat menuduh Yoon dipengaruhi oleh ahli bentuk kuno geomansi, dari China.

Ahli Feng shui mengatakan bahwa lokasi Gedung Biru tidak menguntungkan. Empat dari enam presiden dalam 25 tahun sejarah demokrasi Korsel telah dipenjara atau bunuh diri setelah meninggalkan jabatannya.

Tim Yoon menolak langkah pemindahan tersebut dipengaruhi para ahli Feng Shui. Mereka mengatakan pemindahan kantor Kepresidenan untuk meningkatkan akses publik dan komunikasi dengan para pembantunya. Gedung Biru disebut telah menjadi "istana kerajaan," yang terisolasi dan tertutup oleh hutan dan keamanan yang ketat.

Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korsel memperkirakan upaya pemindahan Kantor Presiden memakan biaya mencapai 49,6 miliar won (USD 40,1 juta), termasuk merelokasi Kementerian Pertahanan dan merenovasi kantor baru serta kediaman resmi Presiden.

(izt/knv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads