Saat Invasi ke Ukraina, Kapal Selam Nuklir Rusia Ikut Latihan di Laut Barents

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 15:44 WIB
Russian President Vladimir Putin listens to St. Petersburgs governor Alexander Beglov during their meeting in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, March 1, 2022. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Sejumlah kapal selam nuklir Rusia dilaporkan mengikuti latihan militer yang digelar di perairan Laut Barents. Latihan ini digelar Rusia saat pasukan militernya tengah menginvasi wilayah Ukraina.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (2/3/2022), selain kapal selam nuklir, Rusia juga mengerahkan peluncur rudal mobile dalam latihan di kawasan hutan bersalju di Siberia pada Selasa (1/3) waktu setempat.

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin memerintahkan agar pasukan nuklir Rusia ditempatkan dalam kondisi siaga tinggi di tengah ketegangan dengan negara-negara Barat usai Rusia menginvasi Ukraina pada Kamis (24/2) lalu.

Dalam pernyataannya, Armada Utara Rusia menyebut beberapa kapal selam nuklir dikerahkan dalam latihan yang dirancang untuk 'melatih manuver dalam kondisi badai. Latihan itu digelar di Laut Barents, yang merupakan laut marginal yang ada di Samudra Arktik, yang terletak di lepas pantai utara Norwegia dan Rusia.

Disebutkan juga bahwa sejumlah kapal perang Rusia yang ditugaskan melindungi Semenanjung Kola di Rusia bagian barat laut, yang juga menjadi lokasi pangkalan laut Rusia, akan dikerahkan dalam latihan yang sama.

Secara terpisah, pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sejumlah unit Pasukan Rudal Strategis juga menggelar latihan di wilayah Irkutsk, Siberia bagian timur. Dalam latihan itu, sejumlah peluncur rudal balistik antarbenua Yars disebar ke kawasan hutan untuk melatih pengerahan rahasia.

Tidak disebutkan lebih lanjut oleh militer maupun Kementerian Pertahanan Rusia apakah latihan-latihan ini berkaitan dengan perintah Putin pada Minggu (27/2) lalu, soal penempatan pasukan nuklir Rusia dalam kondisi siaga tinggi di tengah invasi ke Ukraina.