ADVERTISEMENT

Wakil Menteri Malaysia Didesak Mundur Usai Sarankan Suami Pukul Istri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 16:19 WIB
one caucasian couple man and woman expressing domestic violence in studio silhouette   on white background
Ilustrasi KDRT (dok. iStock)
Kuala Lumpur -

Seorang wakil menteri wanita di Malaysia memicu kemarahan publik setelah menyarankan para suami untuk 'dengan lembut' memukul istri yang 'keras kepala' dan tidak patuh. Kelompok pejuang hak perempuan menyerukan agar wakil menteri itu segera mengundurkan diri.

Seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (17/2/2022), Siti Zailah Mohd Yusoff yang menjabat Wakil Menteri Urusan Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Masyarakat ini dituduh 'menormalisasi' kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan mendorong para suami menyerang istri mereka untuk menunjukkan seberapa tegas suami dan menunjukkan 'seberapa besar suami menginginkan istrinya berubah'.

Pernyataan Siti Zailah itu disampaikan dalam video berdurasi dua menit yang diunggah ke akun Instagram-nya dan diberi judul 'Tip Ibu: Cara Suami Menegur Istri'.

Dalam videonya, Siti Zailah awalnya menyarankan para suami untuk 'mendisiplinkan' istri yang 'keras kepala' dengan berbicara kepada mereka. Tapi, jika istri tidak mengubah perilakunya, sebut Siti Zailah, para suami harus tidur terpisah dari istri selama tiga hari.

"Namun, jika istri masih menolak untuk mendengarkan nasihat, atau mengubah perilaku setelah tidur terpisah, maka para suami bisa mencoba pendekatan sentuhan fisik, dengan memukulnya dengan lembut, untuk menunjukkan ketegasan dan seberapa besar dia menginginkannya berubah," ucap Siti Zailah dalam videonya.

Wakil Menteri yang juga anggota parlemen dari Partai Islam Pan-Malaysia ini mengimbau para wanita untuk hanya berbicara kepada suami mereka jika mereka memiliki izin.

"Berbicaralah kepada suami-suami Anda ketika mereka sedang tenang, sudah selesai makan, sudah salat dan sedang santai," cetus Siti Zailah. "Ketika kita ingin berbicara, mintalah izin terlebih dulu," imbuhnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT