Presiden Ukraina Desak Pemimpin Dunia Redakan Retorika Soal Invasi Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 16:50 WIB
In this handout photo provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks during a news conference in Kyiv, Ukraine, Friday, Jan. 28, 2022. High-stakes diplomacy continued on Friday in a bid to avert a war in Eastern Europe. The urgent efforts come as 100,000 Russian troops are massed near Ukraines border and the Biden administration worries that Russian President Vladimir Putin will mount some sort of invasion within weeks. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Kiev -

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut para pemimpin dunia telah melebih-lebihkan kemungkinan terjadinya perang antara negaranya dan Rusia. Zelensky menyebut retorika semacam itu justru memicu kepanikan dan membuat perekonomian Ukraina tidak stabil.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (29/1/2022), Zelensky menuturkan dirinya telah menjelaskan dalam percakapan telepon dengan pemimpin-pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, bahwa meskipun ancaman Rusia 'semakin dekat dan konstan', Ukraina telah 'belajar untuk hidup' dengan ancaman itu sejak Moskow mencaplok Crimea tahun 2014.

"Mereka mengatakan besok adalah perang. Ini memicu kepanikan," sebut Zelensky saat berbicara kepada para wartawan asing di Kiev pada Jumat (28/1).

Rusia dilaporkan telah mengumpulkan puluhan ribu tentaranya ke dekat perbatasan Ukraina, yang memicu kekhawatiran bahwa Presiden Vladimir Putin merencanakan serbuan. Otoritas Rusia telah berulang kali menyangkal tuduhan pihaknya berencana menyerang negara tetangganya itu.

Tingkat keparahan dari ancaman yang diberikan Rusia masih tidak jelas, dan dilaporkan menjadi titik pertikaian antara Zelensky dan Biden.

Diungkapkan seorang pejabat senior Ukraina, yang enggan disebut namanya, kepada CNN bahwa percakapan telepon antara Zelensky dan Biden pada Kamis (27/1) waktu setempat tidak berjalan baik. Pejabat Ukraina itu menyebut percakapan tersebut berlangsung 'panjang dan jujur'.

Disebutkan bahwa Biden memperingatkan invasi Rusia sekarang hampir pasti dan akan segera terjadi, sedangkan Zelensky menegaskan kembali posisinya soal ancaman Rusia tetap 'berbahaya namun ambigu'.

Gedung Putih membantah laporan itu dan menyebut sumber anonim itu 'membocorkan hal yang salah'. Juru bicara Gedung Putih menyebut Biden memperingatkan Zelensky bahwa invasi pada Februari merupakan apa yang disebut sebagai 'kemungkinan yang jelas'.