Polisi Selidiki Pesta PM Inggris di Downing Street Saat Lockdown

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 23:57 WIB
British Prime Minister Boris Johnson waves at the media as he leaves 10 Downing Street to attend the weekly Prime Ministers Questions at the Houses of Parliament, in London, Wednesday, Dec. 8, 2021. (AP Photo/Matt Dunham)
PM Inggris, Boris Johnson (Foto: AP Photo/Matt Dunham )
Jakarta -

Pihak Kepolisian London tengah menyelidiki beberapa pihak yang terlibat terkait pelaksanaan pesta di Downing Street dan Whitehall saat pemberlakuan lockdown. Pesta ini diketahui dihadiri Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

"The Met sekarang sedang menyelidiki sejumlah peristiwa yang terjadi di Downing Street dan Whitehall dalam dua tahun terakhir sehubungan dengan potensi pelanggaran peraturan Covid-19," ujar Komisaris Polisi Metropolitan Cressida Dick mengatakan kepada otoritas lokal Majelis London, dilansir AFP, Selasa (25/1/2022).

Diketahui bahwa tuduhan adanya serangkaian pesta yang diadakan di Downing Street dilakukan saat negara tersebut tengah melakukan lockdown. Hal ini menimbulkan permintaan mundurnya Boris Johnson dari jabatan.

Pengungkapan terbaru datang, dimana pada Senin malam terlihat Johnson melanggar aturan penguncian dengan mengadakan pesta ulang tahun di Downing Street pada 19 Juni 2020.

ITV News menduga, acara dihadiri hingga 30 orang. Padahal saat itu, pertemuan sosial hanya diizinkan sebanyak enam orang.

Dick mengatakan pihaknya tengah menyelidiki dan tidak akan memberikan komentar terkait penyelidikan tersebut. Namun, dia memastikan pihaknya akan terus memberikan perkembangan.

"Saya harus menekankan bahwa fakta bahwa kami sekarang sedang menyelidiki tentu saja tidak berarti bahwa pemberitahuan hukuman tetap (denda) harus dikeluarkan di setiap contoh dan untuk setiap orang yang terlibat," kata Dick kepada Komite Polisi dan Kejahatan Majelis.

"Kami tidak akan memberikan komentar tentang penyelidikan kami saat ini. Tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan memberikan pembaruan pada poin-poin penting seperti yang biasanya kami lakukan," tuturnya.

Seorang pegawai negeri senior, Sue Gray, juga sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Spekulasi beredar bahwa dia harus menghentikan penyelidikan pencarian faktanya jika polisi terlibat. Tetapi seorang juru bicara Kantor Kabinet mengatakan penyelidikan yang dilakukan Sue tetap berlanjut.

"Penyelidikan yang dilakukan oleh Sue Gray terus berlanjut. Ada kontak yang sedang berlangsung dengan Layanan Polisi Metropolitan," tuturnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji untuk bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.

"Saya menyambut baik keputusan Met untuk melakukan penyelidikannya sendiri karena saya yakin ini akan memberikan kejelasan yang dibutuhkan publik dan membantu menarik garis di bawah masalah ini," katanya kepada parlemen.

(dwia/mae)