Ikuti AS, Inggris Juga Tarik Staf Kedutaan dari Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 18:26 WIB
FILE - A convoy of Russian armored vehicles moves along a highway in Crimea, Tuesday, Jan. 18, 2022. With tens of thousands of Russian troops positioned near Ukraine, the Kremlin has kept the U.S. and its allies guessing about its next moves in the worst Russia-West security crisis since the Cold War. (AP Photo, File)
Konvoi kendaraan lapis baja Rusia di Crimea, yang dicaplok dari Ukraina (Foto: AP Photo, File)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Inggris menarik beberapa staf dan kerabat mereka dari Kedutaan Besarnya di Ukraina sebagai tanggapan atas "ancaman yang meningkat dari Rusia".

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (24/1/2022), Kementerian mengatakan bahwa Kedutaan Inggris sendiri akan tetap terbuka untuk "pekerjaan penting".

"Beberapa staf kedutaan dan keluarganya ditarik dari Kyiv sebagai tanggapan atas meningkatnya ancaman dari Rusia," kata Kantor Luar Negeri Persemakmuran dan Pembangunan di London.

"Kedubes Inggris tetap buka dan akan terus melakukan pekerjaan penting," tambahnya.

Penarikan ini dilakukan setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Minggu (23/1) waktu setempat menyatakan pemerintah telah mengizinkan keberangkatan 'sukarela' para staf non-esensial Kedutaan Besar AS di Kiev, ibu kota Ukraina.

Pemerintah AS juga mengimbau warganya yang ada di Ukraina untuk 'mempertimbangkan pergi sekarang'. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengevakuasi warga AS di Ukraina setelah terjadi potensi serangan oleh Rusia.

Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentaranya, juga sejumlah tank militer, kendaraan tempur, artileri dan rudal, ke dekat perbatasan Ukraina. Pergerakan itu memicu peringatan keras dari AS dan negara-negara Eropa -- namun sejauh ini upaya diplomasi yang intens hanya membuahkan sedikit hasil.