Round Up

Fakta Terbaru Kondisi Memanas di Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 19:06 WIB
In this image taken from footage provided by the Ukrainian Defense Ministry Press Service, a Ukrainian soldiers use a launcher with US Javelin missiles during military exercises in Donetsk region, Ukraine, Wednesday, Jan. 12, 2022. President Joe Biden has warned Russias Vladimir Putin that the U.S. could impose new sanctions against Russia if it takes further military action against Ukraine. (Ukrainian Defense Ministry Press Service via AP)
Ilustrasi (Foto: Ukrainian Defense Ministry Press Service via AP)
Jakarta -

Kondisi Ukraina terkait ancaman serangan Rusia kian panas. Rusia bahkan telah mengirim lebih dari 100.000 tentaranya.

Negara-negara Barat, mulai Amerika Serikat hingga Inggris turut menyoroti ancaman Rusia tersebut. Berikut fakta-fakta terbaru imbas memanasnya Ukraina.

Kedubes AS di Ukraina Minta Staf Diplomatik Dievakuasi

Seperti dilansir CNN, Minggu (23/1/2022), Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Ukraina meminta Departemen Luar Negeri mengizinkan seluruh staf non esensial agar dapat segera meninggalkan Ukraina. Namun seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya belum dapat mengumumkan soal evakuasi saat ini.

"Kami melakukan perencanaan darurat yang ketat, seperti yang selalu kami lakukan, jika situasi keamanan memburuk." demikian tanggapannya dan merujuk CNN ke Departemen Luar Negeri di Washington untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.

CNN mengutip sumber dekat pemerintah Ukraina yang menyebut AS telah memberi tahu Ukraina bahwa "kemungkinan akan memulai evakuasi paling cepat minggu depan" untuk keluarga para diplomat di ibu kota Kiev.

Sumber itu menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tentang masalah ini. Namun Zelensky mengatakan jika Amerika Serikat mengambil langkah dramatis seperti itu akan menjadi "reaksi berlebihan."

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan departemen itu tidak akan mengomentari diskusi pribadi yang disebut sumber tersebut. Pihaknya menambahkan keputusan tentang staf luar negeri didasarkan pada satu kriteria: keselamatan dan keamanan orang Amerika.

"Jika ada keputusan untuk mengubah sikap kami sehubungan dengan diplomat Amerika dan keluarga mereka, warga Amerika seharusnya tidak mengantisipasi bahwa akan ada evakuasi yang disponsori pemerintah AS. Saat ini, penerbangan komersial tersedia untuk mendukung keberangkatan," kata juru bicara itu.

Simak juga 'Rusia, Iran, China Latihan Perang di Samudra Hindia':

[Gambas:Video 20detik]