Heboh Pengakuan Menteri Muslim Dicopot, PM Inggris Perintahkan Penyelidikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 16:56 WIB
Nusrat Ghani, menteri wanita muslim pertama yang bicara di parlemen Inggris
Nusrat Ghani (dok. Facebook Nus Ghani)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, memerintahkan penyelidikan terhadap klaim seorang mantan Menteri Junior Muslim yang mengaku dicopot karena keyakinannya.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/1/2022), klaim yang diungkapkan Nusrat Ghani, mantan Menteri Transportasi Junior, itu memicu kontroversi baru untuk Downing Street saat Johnson menunggu temuan penyelidikan terkait skandal pesta lockdown di kantor PM Inggris, atau yang disebut 'partygate'.

Menteri Junior merupakan anggota badan legislatif yang memegang jabatan dalam pemerintah di bawah level kabinet.

"Perdana Menteri telah meminta Kantor Kabinet untuk melakukan penyelidikan terhadap tuduhan yang disampaikan anggota parlemen Nusrat Ghani," ucap juru bicara Johnson.

Disebutkan juga bahwa Johnson awalnya mendorong Ghani untuk mengajukan keluhan resmi melalui Partai Konservatif. Namun Ghani menolak, dengan alasan bahwa tuduhan itu berpusat ke pemerintah daripada kinerja partai.

"Perdana Menteri sekarang meminta para pejabat untuk menetapkan fakta-fakta soal apa yang terjadi," ujar juru bicara itu, sembari menegaskan bahwa Johnson 'menanggapi klaim ini dengan sangat serius'.

Dalam tanggapannya, Ghani menyambut baik penyelidikan itu, yang diumumkan setelah dia berbicara dengan Johnson pada Minggu (23/1) malam waktu setempat.

"Seperti yang saya katakan kepada Perdana Menteri semalam, yang saya inginkan hanyalah ini dianggap serius dan agar dia menyelidikinya," ucapnya via Twitter.