Kontroversi Wakil Menteri Inggris Ngaku Dipecat karena Seorang Muslimah

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 10:31 WIB
Nusrat Ghani, menteri wanita muslim pertama yang bicara di parlemen Inggris
Nusrat Ghani, Wakil Menteri Transportasi Inggris yang mengaku dipecat karena status muslim (Foto: Facebook Nus Ghani)
Jakarta -

Nusrat Ghani, Wakil Menteri Transportasi Inggris jadi sorotan setelah mengungkapkan pemecatan dirinya lantaran agama Islam yang dianutnya. Disebutkan rekan-rekannya di bawah pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson merasa tidak nyaman soal keyakinannya itu.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (23/1/2022) dalam wawancara dengan surat kabar Sunday Times, wanita berusia 49 tahun itu mengaku kehilangan pekerjaannya sebagai Wakil Menteri pada Februari 2020 lalu. Ghani diberi tahu oleh penegak disiplin parlemen bahwa status "Muslimah" yang diyakininya dianggap sebagai masalah dalam pemecatannya.

"Saya diberitahu pada saat pertemuan reshuffle di Downing Street bahwa status 'Muslim' diangkat sebagai 'isu'. Dan status 'Menteri Wanita Muslim' saya membuat rekan-rekan tidak nyaman," demikian pernyataan Ghani, yang dikenal sebagai Menteri Muslimah pertama Inggris.

"Saya tidak ingin berpura-pura bahwa ini tidak menggoyahkan kepercayaan saya pada partai. Saya kadang-kadang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan sebagai anggota parlemen," katanya.

Hingga kini belum ada tanggapan dari Kantor Perdana Menteri Downing Street soal pemecatan tersebut. Namun Kepala Penegak Disiplin Parlemen Mark Spencer mengatakan dirinyaa adalah orang yang menjadi pusat tuduhan Ghani.

"Tuduhan ini sepenuhnya salah dan saya menganggapnya sebagai fitnah," kata Spencer di Twitter. "Saya tidak pernah menggunakan kata-kata yang dikaitkan dengan saya."

Spencer juga menyebut Ghani telah menolak untuk membawa masalah ini ke penyelidikan internal formal ketika masalah tersebut pertama kali diungkap pada Maret 2021 lalu.

Pemimpin oposisi utama Partai Buruh Keir Starmer mengatakan Partai Konservatif harus segera menyelidiki tuduhan Ghani.

"Ini mengejutkan untuk dibaca," katanya di Twitter.

Simak juga 'Klaim Telah Capai Puncak Omicron, Inggris Longgarkan Aturan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]