Yakin Omicron Sudah Reda, PM Inggris Cabut Pembatasan COVID-19

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 15:51 WIB
British Prime Minister Boris Johnson waves at the media as he leaves 10 Downing Street to attend the weekly Prime Ministers Questions at the Houses of Parliament, in London, Wednesday, Dec. 8, 2021. (AP Photo/Matt Dunham)
PM Inggris, Boris Johnson (dok. AP Photo/Matt Dunham)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, mencabut pembatasan pandemi virus Corona (COVID-19) termasuk aturan wajib masker. Pencabutan dilakukan setelah gelombang varian Omicron diyakini telah memuncak di Inggris.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/1/2022), gelombang Omicron mendorong Johnson mengambil pendekatan lunak dengan merilis imbauan bekerja di rumah dan pemberlakuan izin vaksinasi, juga aturan pemakaian masker sejak 8 Desember tahun lalu. Dia tidak memberlakukan pembatasan lebih ketat seperti negara lainnya.

Meskipun jumlah kasus meningkat hingga mencetak rekor tertinggi, angka rawat inap dan kematian tidak mengalami kenaikan setara. Hal ini diyakini sebagian disebabkan oleh peluncuran vaksinasi booster dan tidak terlalu parahnya varian Omicron.

Janji Johnson untuk menghindari lockdown dan mengajak warga Inggris hidup bersama Corona sangat kontras dengan pendekatan nol toleransi di China dan Hong Kong, juga pembatasan ketat di banyak negara Eropa lainnya.

"Banyak negara di Eropa telah mengalami lockdown musim dingin... tapi pemerintahan ini mengambil jalan berbeda," ucap Johnson kepada para anggota parlemen Inggris.

Diyakini Johnson bahwa pemerintahannya telah mengambil keputusan terberat dengan benar, dan dia menyinggung soal jumlah pasien unit perawatan intensif yang terus menurun.

"Para ilmuwan kita meyakini kemungkinan gelombang Omicron telah mencapai puncaknya secara nasional... karena adanya program booster yang luar biasa, bersama dengan cara publik merespons langkah Rencana B, kita bisa kembali ke Rencana A," cetusnya.