Uni Emirat Arab Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 13:53 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
kelompok pemberontak Houthi di Yaman (Foto: AP Photo/Hani Mohammed, File)
Jakarta -

Dua rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman berhasil dicegat dan dihancurkan di atas wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Demikian disampaikan Kementerian Pertahanan UEA pada hari Senin (24/1) di tengah meningkatnya ketegangan, seminggu setelah serangan mematikan Houthi di Abu Dhabi.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (24/1/2022), serpihan rudal jatuh di sekitar Abu Dhabi, di mana tiga orang tewas dalam serangan drone dan rudal yang diklaim oleh Houthi pekan lalu.

"Serangan itu tidak menimbulkan korban, sementara sisa-sisa rudal balistik yang dicegat dan dihancurkan jatuh di daerah terpisah di sekitar Emirat Abu Dhabi," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.

Kementerian menambahkan seperti dikutip kantor berita resmi WAM, bahwa negara tersebut "siap menghadapi ancaman apa pun" dan "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi negara dari semua serangan", kata kantor berita resmi WAM.

Houthi mengindikasikan pihaknya mengklaim serangan itu ketika juru bicara kelompok tersebut, Mohammed Abulsalam mengatakan dia akan mengungkapkan rincian "operasi militer" di UEA dan Arab Saudi.

"Angkatan bersenjata Yaman akan mengungkap dalam beberapa jam ke depan rincian operasi militer jauh di UEA dan Arab Saudi," cuitnya.

Serangan itu terjadi hanya seminggu setelah pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) di Abu Dhabi, yang memicu ledakan tangki bahan bakar dan menewaskan tiga orang.