Serangan Arab Saudi Tewaskan 20 Orang Termasuk Kepala Teror Houthi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:37 WIB
People inspect the wreckage of buildings that were damaged by Saudi-led coalition airstrikes, in Sanaa, Yemen, Tuesday, Jan. 18, 2022. The coalition fighting in Yemen announced it had started a bombing campaign targeting Houthi sites a day after a fatal attack on an oil facility in the capital of the United Arab Emirates claimed by Yemen’s Houthi rebels. It said it also struck a drone operating base in Nabi Shuaib Mountain near Sanaa. (AP Photo/Hani Mohammed)
Dampak gempuran udara koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap posisi Houthi di Yaman (AP Photo/Hani Mohammed)
Riyadh -

Korban tewas akibat serangan udara koalisi militer pimpinan Arab Saudi terhadap posisi pemberontak Houthi di Yaman bertambah menjadi 20 orang. Salah satu yang tewas dilaporkan merupakan seorang pejabat tinggi Houthi yang dijuluki 'pemimpin teror'.

Seperti dilansir Arab News, Rabu (19/1/2022), Abdullah Qassim Al-Junaid yang merupakan mantan kepala akademi penerbangan Houthi, disebut sebagai salah satu yang tewas dalam gempuran udara pada Selasa (18/1) waktu setempat.

Al-Junaid diketahui telah dihukum mati secara in-absentia oleh sebuah pengadilan di Marib, tahun lalu, atas dakwaan melancarkan kudeta militer dan melakukan kejahatan perang.

Gempuran koalisi Saudi pada Selasa (18/1) waktu setempat, secara khusus menargetkan kamp dan markas kuat Houthi di Sanaa. Gempuran itu disebut sebagai gempuran paling mematikan selama tiga tahun terakhir selama koalisi Saudi terlibat dalam konflik Yaman.

Secara terpisah, seperti dilansir Reuters, Wakil Menteri Luar Negeri untuk pemerintahan Houthi di Yaman, yang menguasai sebagian besar wilayah utara negara tersebut, juga menyatakan via Twitter bahwa gempuran koalisi Saudi menewaskan total 20 orang.

Sementara media yang dikelola Houthi menyebut gempuran koalisi Saudi itu mengenai rumah Al-Junaid di Sanaa. Sumber medis dan warga setempat menuturkan kepada Reuters bahwa Al-Junaid bersama istri, anaknya yang berusia 25 tahun dan beberapa anggota keluarganya tewas akibat gempuran koalisi Saudi.

Disebutkan juga ada sejumlah orang lainnya yang tidak teridentifikasi, tewas dalam gempuran itu.