Imbas Serangan Houthi, UEA Larang Penggunaan Drone Selama Sebulan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 16:02 WIB
In a satellite photo by Planet Labs PBC, Abu Dhabi International Airport is seen Dec. 8, 2021. A suspected drone attack by Yemens Houthi rebels targeting a key oil facility in Abu Dhabi killed three people and sparked a separate fire at Abu Dhabis international airport on Monday, Jan. 17, 2022, police said. (Planet Labs PBC via AP)
Citra satelit Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arab yang jadi target serangan Houthi (Foto: Planet Labs PBC via AP)
Jakarta -

Uni Emirat Arab telah melarang penggunaan drone selama satu bulan. Hal ini dilakukan beberapa hari setelah pemberontak Houthi di Yaman meluncurkan serangan drone dan rudal mematikan di Abu Dhabi.

"Kementerian Dalam Negeri saat ini menghentikan semua operasi penerbangan untuk pemilik, praktisi dan penggemar drone, termasuk drone dan pesawat olahraga ringan," demikian dilaporkan kantor berita resmi WAM pada Sabtu (22/1) malam waktu setempat.

"Siapa pun yang melakukan kegiatan ini (penggunaan drone) selama periode itu (satu bulan) dan mengabaikan pedoman akan dikenakan kewajiban hukum," tambahnya, melaporkan larangan itu akan berlangsung selama satu bulan.

Tanpa menyebutkan serangan mematikan baru-baru ini, Kementerian mengatakan perintah itu dibuat setelah "penyalahgunaan terlihat baru-baru ini" di mana pengguna "masuk tanpa izin ke area di mana jenis kegiatan ini dilarang".

Adapun bagi orang yang perlu menerbangkan drone untuk bekerja harus meminta "pengecualian dan izin yang diperlukan" kepada pihak berwenang.

Seperti dilansir AFP, Minggu (23/1/2022) pemberontak Houthi mengklaim serangan drone dan dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak dan bandara di Abu Dhabi. Tangki bahan bakar di dekat fasilitas penyimpanan raksasa minyak Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) terbakar.

Serangan juga memicu kebakaran di bandara hingga menewaskan tiga orang dan melukai enam orang.

UEA adalah bagian dari koalisi militer pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melawan Houthi- yang didukung Iran.

Houthi telah melakukan serangan lintas batas berulang kali terhadap Arab Saudi. Namun serangan 17 Januari lalu adalah yang pertama diakui oleh UEA di dalam perbatasannya dan diklaim oleh pemberontak Yaman.

Lantaran serangan drone ke fasilitas minyak Abu Dhabi, harga minyak mentah melonjak naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Houthi kemudian memperingatkan penduduk UEA untuk menghindari "instalasi vital".

Simak juga 'Presiden Korsel Kunjungi UEA Bahas Deal Penjualan Rudal Rp 50 T':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)