Penyebar Hoax di Arab Saudi Terancam 5 Tahun Bui-Denda Rp 11,4 M!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 12:57 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Ilustrasi (dok. AFP/OZAN KOSE)
Riyadh -

Otoritas Arab Saudi memperingatkan bahwa tindakan menyebarkan rumor-rumor secara online kini dianggap sebagai tindak kriminal, yang memiliki ancaman hukuman maksimum lima tahun penjara.

Seperti dilansir AFP, Kamis (20/1/2022), aturan hukum itu diumumkan otoritas Saudi setelah klaim pelecehan seksual beredar luas di media sosial.

"Mempublikasikan atau berkontribusi dalam cara apapun terhadap rumor-rumor dan kebohongan via media sosial tentang hal-hal yang berdampak pada ketertiban umum merupakan tindak kriminal serius," demikian pernyataan kantor jaksa Saudi.

Diperingatkan oleh jaksa setempat bahwa tindak kriminal itu memiliki ancaman hukuman maksimum lima tahun penjara, atau hukuman denda maksimum hingga 3 juta Riyal atau US$ 800 ribu, atau setara (Rp 11,4 miliar).

Hukuman denda itu disebut mencapai 10 kali lipat dari hukuman denda untuk tindak pelecehan seksual sebenarnya, yang mencapai US$ 80 ribu (Rp 1,1 miliar).

Peringatan ini dirilis setelah muncul tuduhan pelecehan seksual di sebuah konser di Riyadh via media sosial pada Jumat (14/1) pekan lalu. Otoritas Saudi menyebut tuduhan itu tidak benar.