Ancang-ancang Aussie Hadapi Banyak Kematian Gegara Omicron Kian Garang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:07 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - OCTOBER 02: People sit in an observation after receiving their COVID-19 vaccines inside a vaccination hub at Whitten Oval on October 02, 2021 in Melbourne, Australia. The Western Bulldogs home ground is hosting a community vaccination hub this weekend, as Victorians are encouraged to get their COVID-19 vaccinations as the state aims to reach immunisation targets. (Photo by Daniel Pockett/Getty Images)
Foto ilustrasi: Melbourne, Australia saat lockdown (Getty Images/Daniel Pockett)

Sementara itu, para perawat di negara bagian tetangga New South Wales (NSW) menggelar unjuk rasa di salah satu rumah sakit terbesar di Sydney. Mereka protes karena kekurangan staf.

Mereka menuntut agar pemerintah meminta bantuan tentara.

"Perawat dan bidan lelah, marah dan frustrasi dan merasa bahwa pemerintah NSW tidak mendukung mereka sama sekali," kata perwakilan serikat perawat Shaye Candish.

Meskipun angka rawat inap meningkat, pihak berwenang mencoba membenarkan keputusan mereka untuk hidup dengan virus Corona di saat inokulasi yang lebih tinggi tercapai. Ini dikarenakan gejala varian Omicron yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis virus Corona sebelumnya.

Namun, banyaknya kasus telah memberi tekanan pada rumah sakit, dengan 5.025 orang dirawat kemarin. Padahal sebulan yang lalu, jumlah pasien COVID-19 hanya 759 orang di Australia, dan kemudian jumlahnya hampir dua kali lipat dalam dua minggu.

Otoritas setempat menyatakan bahwa anak-anak muda yang tidak divaksinasi menyumbang 'jumlah signifikan' untuk penerimaan pasien di rumah sakit Australia. Australia sejauh ini telah mencatat total 1,6 juta kasus Corona, dengan sekitar 1,3 juta kasus terdeteksi dalam dua pekan terakhir.


(aud/aud)