6 Arahan Terkini Jokowi Usai Kasus Omicron Melonjak di RI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 07:10 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah arahan terkini menyusul kenaikan kasus Omicron di Indonesia. Warga diminta tetap waspada namun tidak panik.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/1/2022). Jokowi mengawali pernyataannya dengan menyinggung mengenai tren kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia akibat Omicron.

Berikut sejumlah arahan terkini yang disampaikan Jokowi:

1. Jokowi Minta Warga Waspada tapi Tak Panik

Arahan pertama Jokowi kepada masyarakat dalam menghadapi Omicron ini adalah mengenai kewaspadaan. Kendati demikian, Jokowi mengimbau masyarakat tidak panik.

"Oleh sebab itu, kita semua harus waspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan kepanikan," ujar Jokowi.

2. Jokowi Minta Jangan Jemawa

Jokowi juga menyampaikan mengenai hasil studi WHO soal Omicron. Jokowi menyebut varian Omicron memang lebih mudah menular, namun gejala lebih ringan.

"Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya boleh tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tapi sekali lagi kita harus waspada. Jangan jumawa dan jangan gegabah," kata Jokowi.

3. Jokowi Minta Kurangi Kegiatan di Pusat Keramaian

Selain itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di pusat keramaian. Para pekerja juga diminta untuk bekerja dari rumah.

"Oleh karena itu, bapak, ibu, saudara-saudara yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa kerja dari rumah, WFH, lakukanlah kerja dari rumah," imbuh Jokowi.

4. Jokowi Minta Warga Tak ke Luar Negeri

Hal lain yang disampaikan Jokowi mengenai larangan sementara ke luar negeri. Jika tak ada kepentingan mendesak, warga diminta tetap tinggal di dalam negeri.

"Dan saya minta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan penting dan mendesak," tutur Jokowi.