Cegah Omicron, China Perintahkan Disinfeksi Paket dari Luar Negeri

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 14:00 WIB
Pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal II 2021. Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan produk domestik bruto China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9 persen.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Beijing -

Otoritas layanan pos China memerintahkan pekerjanya untuk melakukan disinfeksi terhadap paket yang dikirimkan secara internasional dan menyerukan warga mengurangi pesanan dari luar negeri. Perintah ini dirilis setelah otoritas China mengklaim surat dari luar negeri bisa menjadi sumber wabah terbaru virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/1/2022), China yang menjadi lokasi pertama munculnya Corona pada akhir tahun 2019, berpegang teguh pada kebijakan ketat yang menargetkan nol kasus Corona meskipun negara-negara lainnya telah membuka perbatasan dan perekonomian.

Namun negara ini berjuang menghadapi kemunculan wabah-wabah kecil Corona di berbagai wilayahnya, termasuk Beijing yang tengah bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada Februari mendatang.

Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat China menyatakan bahwa sejumlah orang bisa terinfeksi Corona dari paket-paket yang dikirimkan dari luar negeri.

Salah satunya seorang wanita di Beijing yang menurut otoritas setempat, tidak melakukan kontak dengan pasien Corona lainnya namun dinyatakan positif Corona untuk varian yang sama seperti yang ditemukan di Amerika Utara.

Pihak Pos China, pada Senin (17/1) waktu setempat, merilis pernyataan yang memerintahkan para pekerjanya untuk melakukan disinfeksi terhadap kemasan bagian luar untuk semua surat internasional 'sesegera mungkin'.

Pos China juga mewajibkan para pekerja yang mengurusi surat dan paket dari luar negeri untuk menerima dosis booster vaksin Corona.